Wisata dan Edukasi

view kabut gunung waringin kurung
view kabut gunung waringin kurung

Buah-buahan yang eksotis, udara yang sejuk serta panorama Gunung Waringin Kurung yang cantik jadi kombinasi yang mampu menyegarkan pikiran dan tubuh dari kepenatan rutinitas perkotaan. Anda bahkan dapat memetik langsung buah-buahan di kebun jika memang sudah masuk masa panen. Kunjungi Waras Farm dan rasakan pengalaman agrowisata yang menyenangkan. Lokasi yang tidak jauh  dari wisata pantai Anyer atau Carita, Banten.

Kami juga menyediakan layanan:

  • Outdoor activity: Study Wisata bagi anak usia sekolah
  • Konsumsi: nasi pecel madiun dengan kembang turinya

Untuk menjadwalkan kunjungan rombongan atau study tour silahkan menghubungi Waras Farm di bagian About Us.

Sun Rise
Sun Rise

Visit Waras Farm and enjoy agrotourism experience with Waringin Kurung Mountain panoramic view. In harvest season, you could pick up the best fruit from the field by yourself. For group visit & study tour schedule bookings, you can inform us on Contact section.

Komunitas Sepeda
Komunitas Sepeda

 

Ibu-ibu Korpri Cilegon
Ibu-ibu Korpri Cilegon

 

Petik Buah Naga
Petik Buah Naga

 

Menjadi pemandu Agrowisata
Menjadi pemandu Agrowisata

Menumbuhkan Budaya Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Saat ini kawasan hutan di Indonesia meliputi areal kurang lebih seluas 136,88 juta hektar, termasuk kawasan konservasi perairan. Hutan mempunyai fungsi sebagai penyangga kehidupan dan pengatur keseimbangan ekosistem serta sebagai sumber keanekaragaman hayati. Indonesia yang memiliki hutan dengan kekayaan mega biodiversity (keanekaragaman hayati) merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Kekayaan keanekaragaman hayati tersebut merupakan penghuni kawasan-kawasan yang memiliki relung ekologis spesifik pada berbagai tipe ekosistem. Luasan hutan Indonesia mengalami kemerosotan yang tajam dari tahun ke tahun baik sebagai akibat dari eksploitasi maupun konversi fungsi alih kawasan dari fungsi hutan menjadi kawasan pemukiman dan perkebunan seperti kelapa sawit.

wisata Edukasi-2
SD Irnanda PCI Cilegon

TambangPasirDemikian pula hutan di Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi yang memiliki hutan tropis, Peningkatan jumlah penduduk yang sejalan dengan kebutuhan lahan serta kepentingan ekonomi berkonsekuensi terhadap penurunan, kualitas dan kuantitas hutan. Banten telah tumbuh menjadi salah satu provinsi Industri. Keberadaan kawasan industri dan pemukiman serta penambangan galian pasir tipe C  yang terkonsentrasi di bagian utara secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan degradasi kualitas lingkungan yang sulit dihindari di bagian selatan Banten, yang meliputi Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Dari sekitar 250 ribu hektar hutan yang ada di Banten, 90 ribu hektar atau 36 persen di antaranya dalam kondisi sangat memprihatinkan. Oleh karenanya mengingat kondisi demikian, maka diperlukan revitalisasi fungsi hutan sehingga fungsi hutan didudukan kembali sebagaimana fungsi hutan yang sebenarnya.

Budaya menanam tanaman kehutanan bagi masyarakat Indonesia sejak jaman dahulu memang tidak ada bahkan bagi masyarakat dunia sekalipun, karena hutan tropis ini terbentuk secara alami. Budaya menanam tanaman perkebunan atau tanaman industri mungkin baru ada sejak jaman tanam paksa. Lain halnya dengan budaya menanam tanaman pangan, sudah ada semenjak peralihan dari budaya nomaden ke budaya menetap.

Menumbuhkan Budaya Menanam

wisata Edukasi-1Pada kondisi makin meningkatnya deforestrasi dan degradasi hutan, maka budaya menanam merupakan sesuatu kebutuhan dalam upaya mencegah deforestrasi dan degradasi hutan, serta memperbaiki kualitas lingkungan hidup. Berbagai cara, berbagai upaya dan berbagai program telah diluncurkan namun hasilnya belum memuaskan Mulai dari program Tanam Satu Juta Pohon, Satu Milyar Pohon, mungkin nanti Satu Triliun Pohon. Indikasi ini dapat terlihat dari deforestrasi dan degradasi hutan masih saja tetap terjadi.Ini karena pola pikir dan mindset sebagain masyarakat dan pemangku jabatan bahwa hutan adalah lahan emas yang bisa diokupasi kapan saja, bukan merupakan warisan untuk anak-cucu kita kelak.

Pada enam tahun silam diluncurkan salah satu program yang mengarah kepada menumbuhkan budaya menanam. Program ini yakni Program Kecil Menanam Dewasa Memanen (Program KMDM). KMDM merupakan salah satu program pada Kementrian Kehutanan d/h Departemen Kehutanan dalam memperbaiki hutan yang ada di Indonesia. Dalam program KMDM lebih ditekankan pada edukasi karena sasarannya adalah anak-anak sekolah dasar.

edukasi-wisataTujuan program ini adalah untuk memberikan pendidikan pentingnya menanam pohon untuk perbaikan kualitas lingkungan hidup sejak usia dini, pembelajaran bagi siswa-siswa Sekolah Dasar agar mereka gemar menanam, memelihara, dan memanfaatkan hasilnya, serta mencintai alam dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu dalam kegiatan KMDM ini yang lebih diutamakan adalah tumbuhnya minat menanam pohon dan cinta lingkungan sejak usia dini, bukan pada jumlah pohon yang ditanam

tripDengan program ini, diharapkan di masa depan mempunyai penerus-penerus bangsa yang paham dan peduli terhadap kelestarian sumber daya hutan. Apabila seluruh komponen bangsa berpartisipasi aktif dalam melakukan pelestarian dan perlindungan hutan, maka berbagai ancaman terhadap keutuhan kawasan hutan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Tujuan akhir dalam pengelolaan hutan adalah Hutan tetap lestari dan masyarakat sejahtera.

Peran Guru Sebagai Pendidik dan Contoh

peran guruPeran guru sebagai fasilitator dalam pelaksanaan pendidikan untuk anak usia dini harus mampu memberikan kemudahan kepada anak untuk mempelajari berbagai hal yang terdapat dalam lingkungannya.Seperti kita ketahui bahwa anak usia dini memiliki rasa ingin tahu dan sikap antusias yang kuat terhadap segala sesuatu serta memliki sikap berpetualang serta minat yang kuat untuk mengobservasi lingkungan. Ia memiliki sikap petualang yang kuat. Pengenalan terhadap lingkungan di sekitarnya merupakan pengalaman yang positif untuk mengmbangkan minat keilmuan anak usia dini.

Pada tulisan ini akan dikaji beberapa hal yang berkaitan dengan pentingnya pemanfaatan sumber belajar lingkungan untuk anak usia dini yang diawali dngan pembahasan mengenai pengertian lingkungan itu sendiri, dilanjutkan dengan penjelasan tentang nilai-nilai lingkungan, jenis lingkungan, teknik menggunakan lingkungan dan prosedur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar untuk anak usia dini.

Aplikasi Menumbuhkan Budaya Menanam

SD Insantama-3Menghadapi tantangan abad ke 21 ini pendidikan mesti mampu mengubah paradigmanya dari yang fragmented menjadi pendekatan ekologis yang menempatkan pendidikan dalam sebuah konteks lingkungan yang saling terkait (ecological approach). Terjadinya berbagai bencana kerusakan seperti banjir, kekeringan, tanah longsor dll di lingkungan sekitar kita diakibatkan ulah-ulah tangan, pikir, dan hati manusia telah disadarkan bahwa pendidikan mesti mampu mewujudkan keseimbangan antara kehidupan manusia di alam semesta ini. Masalah lingkungan dan konservasi merupakan masalah luar biasa oleh karena terkait dengan pendidikan individu yang butuh dipraktekkan.

belajarMembudayakan sesuatu diperlukan proses oleh karena itu ajarkan terus budaya tanam dan pelihara pohon kepada anak-anak sejak usia dini agar apa yang diajarkan akan terpateri kuat di hati dan pikiran anak-anak. ltulah mengapa, salah satu alasan kegiatan ini melibatkan anak-anak di Sekolah Dasar, untuk mengajarkan dan mewariskan hal¬hal yang baik kepada anak-anak agar mereka cinta alam, tanaman, lingkungan dan bersama-sama mewujudkan Indonesia berseri, bersih sehat rapi dan indah. Budaya menanam dimulai sejak usia dini dikarenakan anak-anak merupakan plagiator, anak-anak menyukai hal-hal baru dan mereka adalah ladang yang baik untuk menanamkan pendidikan dan diharapkan dapat tertanam jiwa kecintaan terhadap alam dan lingkungannya sampai mereka dewasa nanti.

Aplikasi dari program KMDM ini adalah pembuatan Kebun Bibit Sekolah (KBS) merupakan salah satu upaya penyuluhan kehutanan yang merupakan gerakan moral bagi murid-murid sekolah dalam rangka menumbuh kembangkan minat dan rasa cinta terhadap pohon dan lingkungan sekitarnya, melalui kegiatan pembelajaran penyemaian, penanaman, pemeliharaan sampai dengan pemanenan. Pembinaan kegiatan Kebun Bibit Sekolah (KBS) ini sebagai pendekatan sistem yang berfokus pada pendidikan lingkungan dan konservasi dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan moral individu di sekolah.

Sasaran dari program ini ditujukan kepada siswa/ murid Sekolah dengan harapan kegiatan ini akan memberi dampak dan kontribusi yang luar biasa bagi siswa/pelajar, masyarakat maupun lingkungan alam sekitarnya.

Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain

  • Akan tumbuh rasa kecintaan  siswa/pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa terhadap keanekaragaman hayati yang ada. Kemudian siswa tersebut akan dimotivasi dan termotivasi untuk menyelamatkan dan melestarikan tanaman termasuk tanam-tanaman yang terkategori langka melalui kegiatan budidaya/penangkaran.
  • Akan berperan merubah perilaku warga masyarakat dari yang tidak peduli (bahkan ikut merusak tanaman) menjadi pelaku-pelaku pelestari tanaman.
  • Bahwa bibit tanaman dewasa ini bukan hanya mengandung nilai konservasi sumber daya alam semata tetapi sudah berkembang menjadi nilai estetika dan ekonomis. Hal itu tentunya membuka peluang pengembangan jiwa kewirausahaan di¬kalangan generasi muda melalui kegiatan pembibitan/ penangkaran tanaman/tumbuhan khususnya yang mempunyai nilai jual.

Wisata Edukasi Di  Waras Farm

wisata Edukasi-3

Rekreasi atau wisata yang tepat akan membantu anak-anak terhindar dari stres dan beban lainnya, rekreasi bukan sekedar jalan-jalan makan dan buang-buang duit tidak ada hasilnya. Rekreasi atau wisata yang cocok untuk anak-anak adalah rekreasi atau wisata yang dapat membuat anak merasa senang serta sarat dengan edukasi atau pendidikan. Waras Farm yang berlokasi di Perbukitan Cikerai, Cilegon menawarkan wisata edukasi secara lengkap untuk anak-anak dengan panorama pegunungan waringin kurung. Dengan berbagai program dan permainan menarik serta aman untuk anak, membuat Waras Farm telah dipilih oleh beberapa sekolah di Cilegon sebagai tujuan wisata pendidikan siswa didik mereka.

Sayangi Lingkungan

wisata Edukasi-4Sayangi Lingkungan merupakan program pendidikan lingkungan yang dirancang khusus untuk menstimulasi anak agar lebih peduli akan lingkungan dan disajikan dengan cara yang sangat menyenangkan, sehingga tanpa terasa siswa belajar mengenal lingkungan sambil bermain. Ada banyak program dan permainan menarik yang pasti akan disukai anak-anak. Selain dapat berinteraksi langsung dengan flora, anak juga akan mendapat pelatihan yang berguna untuk membangun sifat-sifat baik serta pelatihan otak agar anak lebih mudah dalam belajar. Dengan harga yang terjangkau dan suasana yang asri, Waras Farm bisa menjadi tempat yang tepat untuk wisata edukasi atau wisata pendidikan.

Untuk membuka pemahaman siswa akan lingkungan, Waras Farm menyampaikan dalam bentuk yang mudah dicerna dipadukan dengan Edukasi mengenai “Pemanasan Global”. Ini akan membantu siswa menyadari pentingnya tindakan nyata untuk menyelamatkan bumi.

Go Green

Sinaga-Merah-Dari-Ujung-KulonSebagai lokasi wisata pendidikan atau wisata edukasi, Waras Farm memberikan konsep Go Green merubah lahan cadas gersang menjadi hutan Hijau dengan “Be Smart” dan “Be Creative”. Konsep ini pasti bermanfaat bagi anak usia sekolah. Apa sajakah itu?

Be Smart

Be SmartUntuk menyelamatkan bumi kita harus cerdas, dan peduli terhadap lingkungan  sekitar kita. Menghijaukan lingkungan merupakan cara lain menyelamatkan lingkungan. Anak-anak dilatih untuk menanam pohon dengan cara pertanian modern dalam “Planting Class” (Kelas Bercocok Tanam). Siswa akan langsung praktek bercocok tanam dengan menanam buah naga, pepaya california  dll yang dapat tumbuh subur di dataran rendah dan tanah gersang serta praktek menanam tanaman sayur untuk siswa pra sekolah hingga kelas 3 SD. Sedangkan untuk usia anak kelas 4 hingga 6 SD, SMP dan SMA ada praktek perbanyakan vegetative seperti menyambung (grafting), stek, cangkok dan lainnya.

Be Creative

Be CreativeBe Creative dengan tanaman, siswa mengikuti “Creative Corner” terdiri dari 2 pilihan yaitu membuat “Taman Berdiri” (vertical garden) dan membuat miniatur taman dalam pot (pot scaping). Ini akan membuat siswa semakin memahami pentingnya menghijaukan bumi.

Saatnya “Lunch Time”, siswa dan guru akan menikmati makan siang bersama dengan makanan yang lezat dan bergizi yang kaya akan sayur. Sambil menikmati makan siang, mereka dihibur sambil belajar dengan pendidikan lingkungan yang menarik dan bermutu.

Kedepan akan dikembangkan kesenangan lain yang  dapat dinikmati para siswa adalah “Fishing”, mereka akan diajarkan bagaimana cara memancing di kolam pemancingan yang tersedia di area ini. Kolam pemancingan untuk anak ini pastinya aman karena kedalamannya hanya 1 meter. Memancing dapat melatih kesabaran sekaligus sebagai sarana bersenang-senang untuk anak.

Pada “Closing Ceremony”, Waras Farm memberikan “reward” kepada para siswa yang terbaik dari setiap kegiatan (Planting,  Creative Corner, Super Memory, Fishing). Diharapkan dengan pemberian “reward” ini dapat memacu siswa untuk terus meningkatkan diri dan menjadi lebih baik serta mencintai lingkungannya. Waras Farm dapat menjadi tempat wisata edukasi atau wisata pendidikan yang bermanfaat untuk anak-anak usia sekolah.

Salam GO GREEN, Playing & Smart.

Customer reference: SD Irnanda PCI Cilegon, SMUN 3 Cilegon,  SMPN 8 Cilegon, SDIT Insantama Serang, Islamic Boarding School, Al Mannar Azahri, Depok, Anak Juara & Rumah Zakat, Cilegon, Komunitas Sepeda Gunung Cilegon,  TK Pembangunan Cilegon,  SMA 2 Cinangka Cilegon,  TK Idaman Cilegon,  TK Plus Al Furqon Cilegon, TK Mutiara kasih Bunda Cilegon, Alumni Universitas Diponegoro Cabang, Cilegon, SDN delinseng Cilegon dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s