Mengubah lahan bekas galian pasir menjadi kebun kurma

Lahan yang cocok buat kebun kurma

Penambangan pasir  di Cilegon sebagian besar menggunakan penambangan terbuka sehingga menyebabkan pembukaan lahan yang luas dan pemindahan lapisan batuan penutup (overburden) dalam jumlah yang besar, bahkan sebagian bukit di papras habis untuk diambil pasirnya. Dan setelah diambil pasirnya dibiarkan begitu saja meninggalkan kubangan atau lahan luas tandus dan gersang. Setelah berakhirnya masa tambang (life of mine) maka perusahaan pengelola tambang wajib untuk mereklamasi kembali lahan yang telah ditambangnya. Reklamasi ini bertujuan untuk mengembalikan daerah bekas tambang ke kondisi yang aman, stabil, dan produktif kembali.

Tumpang sari dilahan miring pepaya, buah naga dan petai

Sebenarnya kewajiban reklamasi tambang sudah di atur oleh UU no. 4 tahun 2009 pasal 96 dan diikat oleh perpu No. 78 tahun 2010 pasal 2 ayat 1 tentang Reklamasi Pasca Tambang. Akan tetapi, sangat disayangkan terkadang ada saja banyak perusahaan tambang yang tidak bertanggung jawab dengan menghindari kewajibannya tersebut. Akhirnya banyak lahan-lahan bekas tambang pasir yang sudah tidak ditambang lagi dibiarkan terbengkalai tanpa adanya rehabilitasi.

Saat itu terjadi, sangat sulit lahan bekas tambang tersebut bisa subur lagi secara alami. Kitapun tidak bisa hanya berpangku tangan mengharapkan campur tangan pemerintah. Meskipun campur tangan pemerintah amat penting akan tetapi hanya untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan tambang yang nakal tersebut. Namun area bekas tambang tetap menjadi bumi yang mati. Padahal lahan eks tambang bisa produktif kembali menghasilkan  dengan tanaman tertentu yang sesuai dan cocok.

Kurma di sela-sela pepaya calina dan buah naga jarak 10×10 meter

Kita sebagai umat manusia terutama sebagai umat muslim semuanya memiliki kewajiban untuk menyembah Allah SWT sebagaimana yang tertuang dalam Al Qur’an Surah Hud ayat 61. Dalam ayat yang sama Allah juga menyebutkan “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya”.

Dari ayat di atas, saat kita menemukan bumi yang mati sebagaimana lahan-lahan gersang bekas galian tambang yang telah ditinggalkan maka kita sebagai umat muslim mempunyai tugas untuk memakmurkannya. Bagaimana cara memakmurkan kembali bumi yang matipun ada petunjuknya di dalam Al Qur’an yaitu pada surah Yasin (33-34) :
“Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan. Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,”

Berdasarkan penelitian dari Madrasah Pertanian – Al Filaha, maksud dari “biji-bijian yang dimakan” dari Surah Yasin ayat 33 di atas adalah biji-bijian dari jenis Legumenosae/Fabaceae atau jenis polong-polongan seperti kacang tanah, kacang kedelai, koro pedang, orok-orok, pohon turi dan lain-lain.

 
Beberapa Jenis Legumenosae / Fabaceae atau Suku Polong-Polongan

Anggota suku ini dikenal dengan kemampuannya mengikat Nitrogen langsung dari udara karena bersimbiosis dengan bakteri tertentu pada batang atau akarnya sehingga dapat menyuburkan tanah. Selain itu, tanah yang ditutupi tanaman jenis ini maka suhu permukaan mulai menurun sehingga mengundang kehidupan lainnya baik jenis tumbuh-tumbuhan maupun pertumbuhan microflora dalam tanah.

Setelah tanah mulai subur karena tanaman jenis Legumenosae/Fabaceae, baru kemudian bisa ditanami tumbuhan keras seperi buah naga merah dan kuning yang dalam setahun sudah bisa berbuah, seperti yang dilakukan di waras farm dulu lahan marginal gersang dan tandus kemudian ditanami buah naga. Sekarang mulai ditumpang sari  terutamanya pohon kurma sebagaimana surah Yasin ayat 34 di atas. Pohon yang dikenal berasal dari Timur Tengah ini sangat tahan terhadap kondisi panas dan lahan gersang dengan suhu mencapi 60 ° C sehingga amat cocok ditanam di lahan mati bekas area tambang pasir yang ingin kita makmurkan kembali.

kebun kurma

Pohon kurma yang tumbuh mulai besar, akarnya juga terus menghujam ke dalam tanah  sedalam 12 meter lebih, mampu mengikat dan mencegah longsor di lahan miring dan berpasir sehingga lama-kelamaan sistem perakaran kurma mampu mengelola air sehingga dari kebun-kebun kurma akan memancar mata air. Pohon kurma sebagaimana surah Yasin ayat 34 tersebut disandingkan dengan anggur karena sifatnya yang merambat juga dapat menutupi tanah sehingga tanaman anggur mampu mengurangi penguapan air yang berlebihan dari permukaan tanah.

Demikian langkah-langkah awal kita dalam misi memakmurkan bumi yang mati di bumi Krakatau terutama bekas-bekas area tambang pasir yang sudah ditinggalkan dan terbengkalai. Teknik tersebut sudah pernah digunakan di Bangka Belitung oleh seorang warga bernama Djohan Riduan Hasan yang memanfaatkan lahan bekas tambang timah untuk dijadikan kebun kurma. Tidak kurang ada 600 pohon kurma yang dia tanam di sana bahkan lokasi tersebut sekarang menjadi Agrowisata bernama Bangka Botanical Garden yang ramai dikunjungi oleh masyarakat.

Kebun Kurma Di Indonesia
Kebun Kurma Bangka Botanical Garden (BBG) yang mulanya eks tambang timah

Untuk mulai memakmurkan kembali areal tambang pasir yang telah rusak bisa kita gunakan tanaman jenis legumenosae sebagai langkah awal menyuburkan lahan, tanaman jenis ini sangat mudah kita temukan di pasar-pasar dengan harga yang terjangkau contohnya seperti bibit kacang tanah dan kedelai atau kacang koro.

Sambil menunggu panen kacang tanah kita bisa juga mulai menanam batang-batang naga dan menyiapkan bibit-bibit kurma dengan membibit sendiri dari biji kurma yang biasa daging buahnya kita makan terutama saat berbuka puasa atau dari bibit kultur jaringan, kenapa kami memilih bibit kultur jaringan karena bibit kultur jaringan sudah terbukti cepat berbuah dan  sudah jelas pohon betina penghasil buah. Kita juga siapkan bibit pejantan tangguh Ghanami untuk penyerbukan bunga betina sehingga kualitas buah kurmanya maksimal dan manis. Cara membibit ini saya tulis dalam blog ini di Belajar Budidaya Pohon Kurma Di Indonesia. Saat panen kacang tanah 6 – 7 bulan kemudian, bibit-bibit kurma ini sudah siap turun ke tanah.

Untuk bibit anggur di waras farm juga sudah tersedia,Semoga niat kita untuk menghijaukan kembali lahan-lahan tambang yang telah rusak berbuah pahala bagi kita semua. Selain itu diharapkan lahan-lahan yang rusak akan kembali keseimbangan ekosistemnya bahkan lebih dari itu dapat memberi makan manusia maupun hewan dari hasil buahnya.

“Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits no.1552)
“Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Bukhari hadits no.2321).Insyaallah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s