Buah Kurma Bahan Pangan Masa Depan

imageBudidaya Kurma di Indonesia apakah bisa?, apakah dapat berbuah ? di negara kita pohon kurma sulit berbuah? . Mungkin itulah pertanyaan-pertanyaan yang sering didengar oleh telinga kebanyakan masyarakat indonesia, bahkan tidak sedikit insinyur pertanian serta media-media cetak atau elektronik menganggap pohon kurma yang berbuah di negeri kita dianggap suatu hal kebetulan atau dianggap kejadian aneh atau mengandung hal-hal mistis.  Hehe begitulah mitos yang menyelimuti sebagian besar masyarakat Indonesia dari dulu hingga saat ini. Termasuk saya pribadi pun menyakini bahwa pohon kurma mustahil bisa berbuah di bumi nusantara.

Buah kurma merupakan makanan yang sering hadir pada bulan-bulan suci umat islam, tepatnya bulan Ramadan yang hampir menjelang. Kurma yang memiliki kandungan fruktosa dan sukrosa tinggi sangat tepat dijadikan menu untuk berbuka puasa, selain kandungan gula buah tinggi sangat baik untuk mengembalikan energi dengan cepat. Buah kurma juga memiliki berbagai kandungan vitamin , mineral, serat pangan dan beberapa fitokimia penting.

Sumber Makanan Buah Kurma Deglet Nour

Maka tidak salah lagi jika buah kurma adalah kandidat yang cocok dibudidayakan sebagai solusi untuk bahan makanan masa depan. Pohon kurma memiliki adaptasi tinggi terhadap berbagai jenis tanah, palem yang memiliki nama latin Phoenix dactylifera sanggup hidup pada iklim ekstrim, tanah yang sangat miskin unsur hara dan tanah bergaram.

Pandangan atau pertanyaan sebagian besar masyarakat tersebut tidak salah, karena memang sebelumnya masih jarang sekali pohon kurma bisa berbuah di Indonesia. Kenyataan inilah yang membuat sebagian besar masyarakat indonesia merasa kaget dan heran ketika mendapati pohon kurma di berbagai tempat di Indonesia bisa tumbuh dan berbuah dengan baik. Misalnya yang terjadi di Bekasi, Bogor, Jogjakarta, Bangka Belitung, dan di beberapa tempat lainnya.

kurma betina berbuah di cibubur
kurma betina berbuah di cibubur

Selain menghasilkan buah yang kaya kandungan nutrisi baik itu vitamin, mineral, serat pangan dan beberapa fitokimia penting!, sangat baik sebagai sumber makanan. Pohon kurma juga memiliki perakaran sangat dalam menembus tanah, mampu menyimpan serta mengangkat permukaan air tanah. Fungsi penting dedaunan pohon kurma  yang kokoh juga dapat menyerap CO2 dalam jumlah besar, menghasilkan banyak oksigen penting  bagi kehidupan manusia dan binatang.

Kandungan Nutrisi Pada Buah Kurma

Seberapa banyak kandungan nutrisi yang dimiliki buah kurma?, mungkin fakta tentang gizi kurma ini perlu anda ketahui – inilah alasan lain yang menjadi bukti kuat bahwa buah dari pohon palem Phoenix dactylifera merupakan potensi besar sebagai bahan makanan masa depan. Berdasarkan data yang dirilis oleh USDA (U.S. Department of Agriculture) kandungan nutrisi pada buah kurma per 100 gram antara lain:

Kalori (kcal) 281 ,  Lemak 0,4 g,  Karbohidrat 75 g, Kolesterol 0 mg, Sodium 2 mg, Potasium 656 mg, Magnesium 43 mg,Kalsium 39 mg, Zat besi 1 mg, Serat pangan 8 g, Gula 63 g Protein 2,4 g, Vitamin A 10 IU, Vitamin B6 0,2 mg, Vitamin B12 0 µg, Vitamin C 0,4 mg dan Vitamin D 0 IU.

Bibit Ajwa dari Biji Usia 1 Tahun
Bibit Ajwa dari Biji Usia 1 Tahun

Akhir-akhir ini, tidak hanya di tanah air yang memulai membudidayakan pohon kurma, tapi di beberapa negara tetangga kita juga sudah lebih dulu dan masif menanam pohon kurma. Tengok misalnya yang dilakukan oleh Thailan yang dengan serius menggarap penanaman pohon kurma dengan baik. Dan dalam beberapa tahun terakhir ini, Thailan sangat menginspirasi dan membuka mata banyak bangsa lain untuk menanam kurma dengan jumlah yang besar. Begitu pula yang dilakukan oleh Australia, mereka menanam pohon kurma secara besar-besaran untuk menjaga “KETAHAN PANGAN” bangsanya ke depan.

“Dalam setahun terjadi penurunan jumlah rumah tangga petani sekitar 500 ribu,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman akhir pekan lalu (7/3)

slide7Dalam survei pertanian yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui jumlah rumah tangga usaha tani di Indonesia pada 2003 masih 31,17 juta. Tapi, sepuluh tahun kemudian (2013), jumlahnya menyusut jadi 26,13 juta. Turun sekitar 5 juta selama sepuluh tahun. Atau kalau dirata-rata 1,75 persen per tahun.

Target Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan membawa Indonesia bisa swasembada beras pada 2017 benar-benar berat. Bukannya meningkat, produksi beras nasional malah terancam menurun. Penyebabnya, jumlah petani yang semakin sedikit.

Berbicara ketahanan pangan, Indonesia harusnya tidak boleh kalah dengan apa yang dilakukan oleh Thailan, dan Australia tersebut. Karena memang kurma itu bukanlah tanaman padang pasir yang hanya bisa tumbuh, berkembang dan berbuah di Arab dan jazirah Arabia saja, melainkan bisa tumbuh dan berkembang dan bahkan berbuah dengan baik di negara-negara tropis, seperti Indonesia.

Kultur jaringan-1
Kultur jaringan-1

Thailand, Australia, Malaysia, Amerika, Inggris dan Israil mempunyai keyakinan dan semangat yang hampir sama ketika memutuskan untuk menanam pohon kurma secara masif di negaranya masing-masing. Selain untuk ketahanan pangan, bukan hal tidak mungkin mereka membidik pangsa pasar yang besar yaitu Indonesia. Alasannya sangatlah jelas, karena Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar di dunia dan kenyataannya tiap tahun mengimport kurma dari timur tengah dengan jumlah yang tidak sedikit. Yaitu mencapai triliunan rupiah tiap tahunnya. Angka ini dilirik oleh negara-negara tetangga dengan menggalakkan penanaman pohon kurma dengan serius dan profesional.

Palem Kurma Dapat Tumbuh di Lahan Kritis

Kultur jaringan-2
Kultur jaringan-2

Berbeda dengan budidaya tanaman padi yang menjadi bahan makanan utama kita dalam budidaya-nya juga membutuhkan air dalam jumlah banyak. Seperti yang telah kita ketahui bersama, pemanasan global mengakibatkan cuaca tidak menentu sehingga budidaya padi dalam negeri sering mengalami kegagalan panen akibat kekeringan.

Solusi terbaik untuk masa depan adalah bahan makanan yang dapat di produksi juga mampu mengurangi efek global warming, yaitu dengan menanam pohon kurma. Disamping menghasilkan buah sebagai sumber makanan penting, manfaat pohon kurma yang dapat menaikkan sumber air tanah, memperbaiki kualitas air dan udara patut di pertimbangkan untuk dibudidayakan secara besar-besaran.

Single Track
Single Track

Lahan kritis bukan suatu masalah untuk memproduksi bahan makanan masa depan, ini karena Phoenix dactylifera dapat tumbuh dan menghasilkan sumber makanan untuk kita dan generasi masa depan. Bahkan manfaat yang lebih besar adalah air dan udara yang sehat dapat kita peroleh dan juga akan dinikmati generasi mendatang.

Nah… Bagaimana dengan petani-petani di negara kita Indonesia? Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi gempuran negara lain yang begitu serius menggarap potensi budidaya kurma di negaranya masing-masing?

mengawinkan-kurmaJawaban dari pertanyaan singkat di atas, saya kira adalah mari sama-sama memulai dan serius menanam dan merawatnya dengan baik berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Itu juga pesan Kanjeng Nabi Saw. dalam sebuah hadisnya yang pendek, ketika ditanya oleh seorang petani kurma mengenai cara mengawinkan pohon kurma agar bisa berbuah dengan baik. Jawan Rasulullah saw. adalah: “Antum a’lamu bi umuuri addunyaakum” ( “Kamu lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk urusan duniamu”).

Hadits pendek yang berisi dialog singkat Rasulullah Saw. di atas, menunjukkan kepada kita semua, bahwa dalam mengelola sebuah komuditi apa pun, dalam hal ini budidaya pohon kurma, Rasulullah Saw. menyerahkan sepenuhnya kepada umatnya untuk berimprofisasi dan menggali ilmu-ilmu Allah yang tersebar di mana pun dengan baik dan benar. Dalam kaitannya dengan pohon kurma, petani kurmalah yang memiliki kapsitas untuk menggarap dan mengelolanya dengan baik dan benar.

Saya kira, sudah saatnya kita menggerakkan masyarakat khususnya komunitas pesantren ( para santrinya ) untuk memiliki wawasan agraris guna mendukung upaya pemerintah membangun ketahanan pangan di tanah air tercinta. Ini yang saya lihat masih kurang disentuh dengan serius oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah kita,  yaitu mengajak dan menggerakkan seluruh pondok pesantren di seluruh nusantara untuk mengambil bagian secara sungguh-sungguh dalam memulai melakukan pembibitan dan penanaman pohon kurma di berbagai wilayah di nusantara ini. Kami di Pesantren Nusantara memulai kerjasama yang positif dengan Komunitas Kurma Indonesia untuk melakukan pembibitan dan penanaman kurma di beberapa tempat.

Harapan saya dan semua santri Pesantren Nusantara, semoga dengan upaya kecil ini, mampu memberi efek yang besar di masa yang datang. Sehingga bisa menjadi inspirasi banyak pondok pesantren di tanah air yang melakukan hal yang sama di wilayah pesantrennya. Selamat berbuat untuk kebaikan Indonesia di masa yang akan datang.

Sebagai penutup tulisan singkat ini, saya ingin sampaikan satu kalimat pendek yang bisa menggerakkan diri saya dan mudah-mudahan juga orang lain, yaitu: “Mari sama-sama berbuat untuk membangun sejarah masa depan Indonesia yang gemilang, karena sejarah masa depan itu ada pada pundak kita yang lahir dan hidup di era sekarang. Dan anak cucu kita kelak yang akan menikmati hasil yang kita bangun dan lakukan saat ini”.

Sumber: organikkilo, BPS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s