Mengatasi penyakit Antraknoksa (patek) pada pepaya california/calina

Atasi pencegahan penyakit antrak pada tanaman pepaya…Pada musim penghujan tanaman pepaya pasti terkena penyakit ini karena dipengaruhi oleh faktor kelembaban yg tinggi.
AntranoksaCiri2 penyakit ini biasanya ditandai bintik hitam dan semakin lama bintik itu akan membesar…Dari pengalaman untuk pencegahan bisa digunakan bakterisida…
penyakit ini menurut saya adalah penyakit turunan dari gen…jd setiap musim penghujan penyakit ini pasti ada…jd tetap jaga kebersihan kebun dan rajin pangkas daun tua,,,moga bermanfaat…

panen pepaya
panen pepaya

BANJAR,(PRLM).- Kalangan petani pepaya california di Kota Banjar mulai resah dengan munculnya serangan penyakit patek atau dikenal juga dengan antraknosa. Akibat serangan penyakit tersebut banyak sekali buah pepaya terpaksa dibuang karena tidak laku dijual.

Pada umumnya petani pepaya california, sebelumnya menanam kebunnya dengan tanaman keras seperti albasia maupun jabon. Mereka beralih menanam pepaya, karena merasa lebih untung dibandingkan menanam albasia.

Namun demikian, alasan utama petani beralih menanam pepaya california, karena masa panennya lebih cepat dibandinbgkan menanam tanaman keras. Setidaknya saat tanaman pepaya mulai memasuki masa produksi, petani mampu panen seminggu sekali, dengan masa tanam sampai dua setengah tahun. Sedangkan panen tanaman keras baru panen setelah usia tanaman mencapai 6 – 7 tahun.

“Saya sebelumnya menanam albasia, akan tetapi panennya lama. Sudah dua tahun menanam pepaya california. Saat ini ancaman paling besar adalah serangan penyakit antrak (antraknosa), buahnya menjadi busuk lunak, sehingga tidak laku dijual,” ungkap Ny. Rohayah, (37) , petani pepaya california di Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis 923/4/2015).

Disela menimbang pepaya yang baru dipetik dari kebun, dia menambahkan serangan penyakit antrak lebih ganas dibandingkan lainnya, seperti panu pepaya dan jamur. Hal itu disebabkan karena buah yang sudah terinveksi antrak, bakal hancur. Berbeda halnya dengan serangan jamur, tanaman dan buah masih bisa diselamatkan dengan cara disemprot obat.

hasil pemangkasan umur 3-4 bulan sudah bisa berbuah

Tanaman pepaya rentan terhadap air, apalagi saat musim hujan. kekurangan air atau kelebihan air bisa mati. Biasanya pada musim penghujan yang sering mengalami gangguan di atas muncul akibat hujan. banyaknya air yang ada dalam tanah mengakibatkan lembab. sehingga mempercepat kembang biak patogen baik jamur maupun bakteri. Juga mengakibatkan terganggunya keseimbangan pupuk tanaman pepaya dalam tanah.

Cara menanggulangi :
sistem-lahan-california-4Pengaturan drainase yang baik. tidak boleh ada air yang menggenang.

Jika tanaman pepaya dalam keadaan sehat atau Lakukan penyemprotan  fungisida dan insektisida  bergantian secara teratur. bisa dilakukan setiap 7 hari sekali.

Jika  mengalami gejala terkena penyakit penyemprotan fungisida satu minggu 2 kali hingga sembuh, dan dilanjutkan berkala setiap 7 hari dan rutin. pakai cara MMCT
Pada musim penghujan biasanya ph tanah turun dan lembab lakukan pemupukan dolomit secukupnya. Efek doloit pada tanah lembab suhu di dalamnya bisa menjadi hangat.

Cara MMCT : mudah murah cepat dan tepat dilakukan bahan pengobatan.    Dalam adonannya :

Obat fungisida + detergen + ajinomoto atau MSG

Cara Pakai yaitu dalam tangki semprot ukuran 14 liter
Jika serbuk : 2 sendok makan jika cair : 5 sampai 7 cc/ml. ( baca aturan pakai)

Detergen ( biasanya kami pakai  mama lemon cuci piring dan buah bisa juga jenis sabun colek. bukan detegen  untuk pencuci pakaian terlalu panas) 3 sampai 5 sendok  ( fungsi detergen pembunuh bakteri lihat di kemasnya ).

Ajinomoto MSG untuk masak. 3 sampai 5 sendok makan ( jangan di tertawakan  lo mOsOk moto untuk penyedap makanan kok buat pengobatan). Jangan remehkan kandungan moto untuk tanaman, kalau tidak percaya silahkan tanya sama mbah google  manfaat ajinomoto MSG untuk tanaman.

atau dengan cara sebagai berikut:

Penyakit Antraknosa

Penyakit ini adalah momok penyakit nomer satu bagi petani pepaya jamur penyebab penyakit ini adalah ”Colletotrichum Glocosporio, termasuk cendawan pantogen yang bersifat laten, cendawan ini akan terlihat ketika kelembaban udara tinggi, yakni diatas 950 C namun cendawan ini masih mampu bertahan hidup selama 2 minggu pada kelembaban udara sekitar 620 C.

Suhu udara optimum untuk perkembangan cendawan berada pada kisaran 25 – 300 C, sehingga cendawan ini sering menjadi masalah  di daerah yang lembab  (dataran tinggi) atau pada bulan-bulan dengan curah hujan tinggi.

       bercak daun     Gejala :

  • Pada pembibitan akan menyebabkan rebah semai (dumping off)
  • Pada batang biasanya menyerang pada bagian yang dekat dengan pucuk pohon.
  • Gejala awal dengan bercak kebasahan yang  menyebabkan kematian jaringan berbentuk cekung.
  • Bercak ini menjadi berwarna abu-abu atau kehitaman ya  kemunculannya diikuti oleh bintik-bintik orange.
  • Pada tingkat serangan berat, antraknosa menyebabkan gejala mati pucuk (die back).
  • Pada daun ditandai dengan gelaja berupa bercak berwarna kecoklatan dan bintik-bintik orange yang tersebar.
  • Sebenarnya serangan pada daun tidak berkontribusi pada kehilangan hasil akan tetapi lebih dikhawatirkan sebagai faktor yang mendukung penyebaran pantogen.
  • Pada buah biasanya diawali dengan infeksi pada pangkal tangkai buah.
  • Luka kecil pada buah yang mengeluarkan getah kental.
  • Pada buah yang menjelang masak luka tampak berupa bulatan kecil berwarna gelap dengan diameter mencapai 5 cm, yang semakin lama membesar dan busuk cekung seiring dengan tingkat kematangan buah.

               Pencegahan :

  • Gunakan varietas yang tahan terhadap antraknosa.
  • Pilih lokasi tanam yang tidak mempunyai riwayat antraknosa atau paling tidak telah ditanami tananam yang bukan inang.antraknosa dalam beberapa periode tanam (ubi kayu, terung,cabai merah, jambu mete, karet, kako, kopi dan mangga).
  • Pastikan menggunakan benih dan bibit yang bebas antraknosa,belilah benih dan bibit dari sumber yang terpercaya.
  • Campur benih yang sudah dibasahi dengan fungisidaberbahan aktif benomil, carbendazim atau thiabendazol sebelum ditanam.
  •  Memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi secepatnya supaya tidak menyebar ke tanaman yang lain, perlu diperhatikan waktu melakukan pemusnahan tangan yang telah menyentuh (sebaiknya diusahakan tidak menyentuh) luka pada tanaman tidak menyentuh tanaman yang sehat.
  • Jaga kebersihan kebun, jangan biarkan buah atau pohonyang terserang antraknosa jatuh di lahan tanpa dimusnahkan.
  • Jangan gunakan pupuk nitrogen (N) terlalu tinggi, misalnya pupuk urea, Za ataupun pupuk daun dengan kandungan N yang tinggi.
  • Penyiangan/sanitasi gulma atau rumput-rumputan agar kelembaban berkurang dan tanaman semakin sehat.
  • Cegah stres pada tanman akibat pemeliharaan yang tidak optimal, stres tersebut membuka peluang masuknya cendawan ke jaringan tanaman.
  • Melakukan aplikasi fungisida terutama yang berbahan aktif Azoxystrobin, Benomyl, Chlorothalonil, Mancozed,Thiabendazol, Tembaga Oksikhlorida, Methyltiofanat,Carbendazim dan Perkhloraz, penyemprotan dilakukanterutama pada waktu curah hujan tinggi frekwensi penyemprotan lebih tinggi daripada musim kemarau.

Sumber : Dari berbagai Sumber dan fakta dilapangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s