Sinergi Tumpang Sari Buah Naga Mendukung Hasil Maksimal Di Lahan Miring

Kebun Buah Naga Waras Farm
Kebun Buah Naga Waras Farm

Sahabat perkebunan yang baik kali ini waras farm akan berbagi tips tentang pemanfaatan lahan miring dengan bertanam tanaman buah atau perkebunan dengan memakai konsep Tumpang sari, konservasi tanah, demi mengurangi laju erosi lahan di kemiringan atau perbukitan, dengan bertanam buah Naga tumpang sari dengan kelengkeng, petai dan pepaya calina/california, nanas madu dan kedepanya dengan buah kurma ( insha Allah). mungkin bagi para sahabat berkebun ini kedengaranya agak sedikit aneh, yang biasanya tumpang sari antara buah naga dengan jagung atau kedelai, lengkeng dengan jagung atau kedelai, tapi lain dari pada yang lain, bertumpang sari kelengkeng, petai, pepaya calina/california, nanas dan kurma  dengan buah naga dilahan yang miring, ya itulah komitmen kami untuk memberikan informasi bermanfaat merehabilitasi lahan marginal bekas galian pasir  dengan kontur perbukitan yang banyak di cilegon selatan… pokoknya bermanfaatlah bagi sedulur sedanten pekebun dan petani ladang.

Baiklah sahabat berkebun yang baik hati dan murah rejeki. hehe ….yuk kita simak

Keindahan Cikerai-1Dalam skala besar, penggunaan lahan harus ‘benar’ dimanfaatkan. Itu dilakukan, agar lahan bisa berfungsi secara optimal. Seperti halnya penerapan tumpang sari, yaitu satu lahan digunakan untuk menanam beraneka ragam tanaman. Oh ya teknologi tumpang sari sudah ada sejak kejayaan kekhalifahan Islam loh.

pertanian muslimKita tahu dunia saat ini sedang mencari berbagai bentuk untuk bisa bertani secara berkelanjutan dengan berbagai sebutannya seperti permaculture, sustainable farming, organic farming, holistic farming, regenerative farming, biodynamic farming dlsb. Semua ini saat ini masih dalam pencarian-nya masing-masing, belum ada yang menjadi baku.

Dalam Islam pecarian itu menjadi jauh lebih mudah karena kita memiliki petunjuk berupa Al-Qur’an dan Al-Hadits, dalam bidang apapun kita bisa merujuk pada dua petunjuk ini. Setelah itu ada karya para ulama di bidang-nya masing-masing; dalam sejarah Islam semua yang mengkaji dan mendalami Ilmu disebut ulama.

Ada semacam kaidah dari para ulama ini , yaitu apa yang disebut ‘…memulai dari yang diakhiri…’. Ulama yang datang kemudian, tinggal meneruskan karya-karya ulama sebelumnya di bidang masing-masing. Dengan konsep yang ‘tinggal meneruskan’ inilah maka karya para ulama menjadi bertambah sempurna dari waktu ke waktu.

tumpang sari sirsak ratu dan buah naga
tumpang sari sirsak ratu dan buah naga

Di bidang pertanian, puncak karya inovasi pertanian itu sudah terjadi di abad 6 H atau lebih dari 8 abad yang lalu. Setelah itu tidak banyak perkembangannya, meskipun terus diamalkan sampai abad 19 dan bahkan di awal abad 20. Maka kini ‘hutang’ kita pada ulama-ulama sebelumnya tersebut, untuk meneruskan karya-karya mereka tersebut dan mengamalkannya kembali.

Kurma di sela-sela pepaya calina dan buah naga jarak 10x10 meter
Kurma di sela-sela pepaya calina dan buah naga jarak 10×10 meter

Meskipun inovasi-inovasi pertanian berhenti di abad ke 6 H tersebut, tidak berarti kita akan bertani kembali ke cara yang yang kesannya kuno – justru inilah yang sedang dicari masyarakat modern dewasa ini untuk bisa bertani secara holistic farming, sustainable farming dlsb.

Kita tidak memberinya nama seperti mereka, karena perbedaannya sangat jelas dan inilah karakter petunjuk yang datang kepada kita “…petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasannya tentang petunjuk itu dan pembeda…” (QS 2:285). Jadi sesungguhnya amat sangat jelas pembeda itu, maka di bidang pertanian-pun sesungguhnya amat sangat berbeda antara bagaimana mereka bertani dengan bagaimana seharusnya kita bertani.

Saya beri contoh misalnya, perbedaan niat dalam bertani saja sudah bisa mempengaruhi hasil. Bertani untuk mengeruk keuntungan sendiri dengan niat untuk tidak memberi hak fakir miskin – sudah bisa membuat kebun itu dihancurkan oleh Allah ( QS 68 :17-29), demikian pula bertani untuk membanggakan karya sendiri juga bisa berakibat fatal (QS 18 : 32-42). Sebaliknya bertani dengan niat mensedekahkan hasilnya, bisa menghadirkan hujan kita sendiri bahkan ketika orang lain sedang kekeringan (Hadits).

Tumpang sari buha naga di lahan miring
Tumpang sari buha naga di lahan miring

Begitu banyak ayat-ayatNya yang mengkaitkan langsung antara keimanan, ketakwaan, istigfar dan taubat kita terhadap hasil bumi kita. Begitu banyak pula petunjuk yang sangat detil di Al-Qur’an yang terkait dengan pertanian ini, seperti bagaimana menghidupkan bumi yang mati, apa urut-urutan tanaman yang harus ditanam, bagaimana menyusun kebun yang baik, tanaman apa yang harusnya ada di negeri yang baik, dimana sebaiknya kita menggembala, apa yang perlu dilakukan penggembala di pagi dan sore hari dlsb.

Empat hal yang mendasar yang harus diketahui seorang petani sebelum menanam adalah pengetahuan tentang tanah, air, udara (musim) dan hara (nutrisi tanah). Empat hal inipun ada bahasan detilnya di Al-Qur’an. Ada tujuh jenis tanah yang disebutkan di Al-Qur’an untuk penciptaan manusia, jenis-jenis tanah yang sama ternyata juga diperlukan untuk tananam bisa hidup dengan baik.

Tumpang sari dilahan miring pepaya, buah naga dan petai
Tumpang sari dilahan miring pepaya, buah naga dan petai

Namun kolaborasi tanaman yang ditanam sebagai teknik tumpang sari tak boleh sembarangan tentunya tidak sembarang banyak hal yang harus kita perhatikan demi menjaga kelangsungan lahan  pertanian kita. dengan menggunakan sitem pengendalian erosi, dengan menggunakan sistem teras bangku, teras bangku adalah salah satu dari banyak metode sistem pengendalian erosi di lahan miring.  untuk pembuatan metode teras bangku ini silahkan bisa googling di paman google.

Bibit Buah Naga 0 editPertama kita harus menyiapkan bibit yang berkualitas, seperti yang kebanyakan ditanam oleh pekebun di pulau jawa dan banyak diminati contohnya kelengkeng pingpong, aroma durian, petai yang semuanya bibit hasil okulasi atau samabung jangan dari biji yaa karena lama berbuah. jika penanamanya sekala besar tentunya kita juga akan sangat banyak mengeluarkan kocek untuk mendapatkan bibit yang unggul, akan tetapi ada cara lain yang mungkin bisa kita lakukan untuk mendapatkan bibit yang banyak dengan sedikit merogaoh kantong, yaitu dengan cara membeli bibit ungggul beberapa batang saja tergantung populasi lahan yang akan kita tanami. lalu beli kepasar buah kelengkeng yang sudah masak sekitar 10 kg  atau lebih, lalu sesampai dirumah undang anak tetangga sekitar 5 orang untuk gotong royong memakan buah lengkeng tersebut, yang tujuanya mendapatkan biji lengkeng dan selanjutnya kita semaikan. setelah beberapa waktu sekitar 2 sampai 4 bulan bibit yang kita semaikan dalam polibek kita susukan ke batang lengkeng yang kita beli ok buat sahabat berkebun saya rasa sudah paham dengan cara-cara perbanyakan tanaman yang artinya tidak perlu tuliskan disini karena potret dikejar-kejar utang eh salah waktu maksudnya. hehee..

ok kita anggap saja bibit lengkeng kita sudah siap untuk ditanam..hasil sambung susu lebih cepat berbuah dan berumur pendek 2-3 tahun sudah bisa berbuah.

Cara Penanaman

kebun buah naga
kebun buah naga

Sebagian besar pekebun klengkeng dan petai sebelum penanaman bibit terlebih dahulu membuat lubang tanam. Jarak antara lubang satu dengan lainnya minimum 10 x 10 meter. Ukuran lubang tanam adalah 60 x 60 cm dan kedalamannya lebih kurang 60 cm. Kemudian lubang tanam tersebut diisi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 3 (tanah): 1 (kompos) dan dibiarkan sampai beberapa waktu hingga keadaan tanah tersebut kering dan dingin (tidak ada fermentasi pupuk kandang atau kompos) (Afandie, 1993).

berbuah klengkengnya
berbuah klengkengnya

Bibit lengkeng yang berasal dari okulasi atau sambung susu yang sudah mencapai ketinggian antara 50 sampai 75 cm dapat ditanam pada lubang tanam dengan terlebih dahulu melepas keranjangnya. Lubang tanam yang telah disiapkan pada musim kemarau dapat langsung ditanami bibit lengkeng, sebab pada umumnya tanah yang kering tidak terlalu asam. Sedang lubang tanam yang dibuat pada musim hujan harus menunggu sampai tanah yang digunakan untuk menimbun lubang tersebut kering dan dingin. Penanaman bibit lengkeng yang berasal dari cangkokan, enten, okulasi ataupun penyusuan sama seperti menanam bibit lengkeng yang berasal dari biji. Dalam hal ini pembuatan lubang tanam harus lebih dalam, agar pembentukan sistem perakarannya lebih dalam dan luas.

Nah karena kita akan melakukan tumpang sari dengan buah naga tentunya ini hal hal yang harus kita lakukan sebagai berikut.

Persiapan Lahan

tanam-di-tanahPersiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapkan ke tanah sedalam 50 cm. Kalau mahal bisa mengunakan pohon hanjuang atau kedondong jantan, tapi usahan tanaman tiang penyangga selalu dipangkas agar tidak tumbuh besar yang akan mengaibatkan perebutan nutrisi dengan tanaman buah naga. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untulk penopang dari cabang tanaman atau mengnakan ban bekas motor.

Sebulan sebelum tanam, terlebi dahulu dibuatkan lubang tanan dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga.
Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga.Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah, usahakan menggunakan kohe kambing jangan sapi atau kerbau karena kohe kambing lebih baik untuk tanaman buah naga.

Persiapan bibit dan penanaman
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara :
Stek dan Biji

tumpukan-sulur
Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang  dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Setelah bibit berumur 3 – 4 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan disela sela lorong tanaman kelengkeng dan petai tersebut.

California 5 bulan-6Sedangkan untuk pepaya calina atau california pekebun bisa membeli bibit atau membuat pembibtan sendiri, jarak penanaman di sela antra satu tiang naga dengan tiang lainya. Untuk pepaya calina/california umur 7- 8 bulan sudah bisa berbuah dan tiap 2 mingu sekali bisa panen utuk 1 hektar bisa sekitar 6000 pohon dengan jarak 2×2 meter, sangat menyenangkan bukan saat buah naga dan klengkeng serta petai belum berbuah pepaya sudah menghasilkan uang tiap 2 minggu sekali bagi pekebun. Dan dibulan ke -12 pekebun akan double income dari pepaya calina dan buah naga sehingga pundi-pundi rupiah pun terkumpul. Belum di umur 3 tahun buah klengkeng dan petai mulai belajar berbuah.

“  Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk ( Nya ).(10)

فيها فاكِهَةٌ وَ النَّخْلُ ذاتُ الْأَكْمامِ (11)

Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.(11)

وَ الْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَ الرَّيْحانُ (12)

Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga- bunga yang harum baunya.(12)

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُما تُكَذِّبانِ (13)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.(13)

خَلَقَ الْإِنْسانَ مِنْ صَلْصالٍ كَالْفَخَّارِ (14)

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. (14) QS : Ar rahman : 10-14

Super Red Lek Rasmidi
baik lah sahabat berkebun hanya ini yang dapat kami persembahkan dalam posting ini semoga bermanfaat selanjut nya tergantung pada sahabat berkebun untuk lebih banyak menggali dari artikel-artikel yang banyak bertebaran di dunia kedua kita, karena waras farm sangat sadar’ bukanlah seorang ahli dalam pertanian tapi pekebun amtir yang berusaha untuk ikut meramaikan dengan membuat artikel-artikel di sela-sela bertani dan berkebun yang menjadi harapan akan bermanfaat untuk kita semua, salam pertanian dan mandiri di tanah sendiri………

Pepaya California umur 1 Tahun di Waras Farm
Pepaya California umur 1 Tahun di Waras Farm

Selamat berkebun, apalagi anda seorang pensiunan ada kepuasan batin dan menjadi lebih sehaT DENGAN berkebun.Dengan sistem tunpang sari anda akan  mendapatkan Double Income sebagai petani atau pekebun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s