Harga cabai dan sayur mahal? Yuk tanam di rumah dengan tambulampot

Pedagang menunjukkan cabai rawit oplosan dan cabai rawit kualitas baik di pasar tradisional Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/3).Harga cabai rawit maupun besar dan sayuran melambung di berbagai kota di indonesia. Harga komoditas Horeka itu di tingkat pedagang pasar pada umumnya mengalami kenaikan yang signifikan. Harga di tingkat konsumen lebih signifikan lagi cabe rawit menembus Rp.100.000/ kg. Hal itu diduga terkait kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik (TDL) yang diikuti naiknya ongkos transportasi dan harga sembako lainya. Kita ketahui bahwa sebagian besar komoditas sayuran dan Horeka itu dipasok dari luar kota missal Jakarta dipasok dari luar Jabodetabek, tentunya ongkos transportasi juga melonjak belum akibat kegagalan panen yang diakibatkan musim hujan yang tinggi di bulan Desember dan Januari, berakibat terhadap kenaikan harga komoditas.

Bagi ibu-ibu rumah tangga sang manager keuangan tentu akan terasa sekali dampaknya akibat kenaikan berbagai kebutuhan pokok seperti sayuran dan sembako. Nah dari pada mencari kambing hitam mending kita kreatif yuk tanam sayur dan cabai di lahan sekitar rumah…kalau lahan sempit bisa dengan pot dan system hidroponik loh. Kita bisa menikmati hasilnya dan bye…bye cabai mahal dan sayur mahal. Yuk kita simak tipsnya tanam sayuran dalm pot.

Sayuran Tambulampot

Bibit Tomat-1Tanaman dalam pot cukup mudah perawatannya karena bisa dipindah-pindah, bukan hanya tanman buah saja yang bisa ditambulampotkan, sayuran juga bisa loh ibu-ibu. Ditaruh di tempat yang kita kehendaki, atau kalau perlu diganti potnya dengan yang lebih besar. Tanah yang sudah berkurang kesuburannya bisa diganti dengan tanah kebun yang lebih subur atau ditambah pupuk kompos yang bisa kita beli ditukang tanaman harganya murah 15.000 perak untuk kemasan 10 kg.

Yang dimaksud dengan pemeliharaan tanaman bukanlah sekedar merawat tanaman yang sedang terserang penyakit saja, tetapi meliputi pemeliharaan secara lengkap, mulai dari menaruh pot, menyirami tanaman, menyiang rumput, mendangir (menggemburkan) tanah, memupuk, memberantas hama dan penyakit, sampai dengan membongkar tanah pot lama dan menggantinya dengan yang baru.

Penempatan pot

Seledri dalam pot
Seledri dalam pot

Pot tidak boleh ditaruh miring atau melekat rapat di tanah. Pot yang miring akan membuat pertumbuhan tanaman tidak bisa tegak, sehingga tanaman tumbuh tidak sempurna. Kalau pot melekat rapat di tanah, air hujan atau air siraman yang berlebihan tidak bisa langsung merembes ke bawah atau keluar dari pot. Untuk mencegah hal ini, pot perlu diberi ganjalan berupa batu bata, potongan kayu, atau lainnya, kalau kita menggunakan pot yang tidak berkaki.

Kalau tempat yang tersedia sangat terbatas, pot bisa juga ditaruh di atas atap rumah, tetapi dicarikan tempat yang mendatar. Lebih baik lagi kalau pot dibuatkan rak khusus yang dapat menampung sejumlah pot bersama-sama. Rak khusus ini bisa dibuat dari bambu atau kayu yang disusun agak jarang agar angin bisa leluasa beredar. Rak ini praktis karena selain lebih indah juga menghindarkan tanaman dari gangguan ayam atau anak-anak.

Penyiraman

Basah oleh air hujan
Basah oleh air hujan

Pada siang hari yang terik, air banyak yang hilang menguap sampai tanaman kelihatan mulai layu. Untuk mengimbangi penguapan ini, tanaman sayuran memerlukan air melalui penyiraman yang teratur. Penyiraman bisa dilakukan 1-2 kali sehari (pada musim kemarau), tergantung dari keperluan dan keadaan tanaman, atau 1- kali sehari (pada musim hujan). Waktu penyiraman yang terbaik adalah sore hari.

Kalau pot sayuran ditaruh di tempat yang terbuka, pada musim hujan kita tidak perlu repot-repot menyiraminya. Penyiraman baru dilakukan bila hujan tidak turun dalam 1-2 hari. Tetapi kalau tanaman ditaruh pada tempat yang beratap, penyiraman kita lakukan setiap hari, bisa pada pagi atau sore hari, tergantung kebutuhan. Ada tanaman yang perlu cukup banyak air untuk pertumbuhan, ada pula yang justru tidak tahan dengan banyak air. Tanaman yang layu karena lupa tidak disiram harus segera disiram supaya segar kembali.

Penyiangan rumput dan penggemburan tanah

Pembibitan cabe
Pembibitan cabe

Rumput liar dan tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar batang sayuran harus selalu dibuang dan dibersihkan. Rumput-rumputan ini sangat merugikan tanaman karena akan mengambil unsur hara yang mestinya dipakai oleh sayuran. Penyiangan biasanya dilakukan seminggu sekali. Penyiangan ini bisa dilakukan sat weekend bunda saat lbur dari kerja bisa ajak keluarga, bisa menghilangkan stress loh

Penyiangan biasanya diikuti dengan penggemburan tanah. Tanah menjadi padat akibat guyuran hujan atau air siraman yang terus menerus. Setiap dua minggu sekali perlu dilakukan penggemburan tanah dalam pot, tetapi penggemburan tanah tidak boleh dilakukan pada waktu tanah masih basah atau tergenang air. Maksud penggemburan tanah ini adalah untuk melancarkan peredaran air dalam tanah. Dengan didangir seperti itu, lubang kapiler yang ada diputus hingga air yang sudah berada dalam tanah sukar naik ke atas.

Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan garpu tangan atau dengan sepotong bambu yang ujungnya runcing. Pada saat menggemburkan tanah perlu dijaga agar alat pendangir ini tidak terlalu dalam masuknya, karena bisa merusak akar tanaman.

Pemupukan

Bibit SiramSemua tanaman, termasuk tanaman sayuran, memerlukan pupuk yang cukup untuk pertumbuhannya dan untuk menghasilkan sesuatu yang kita harapkan. Pemupukan sayuran dalam pot perlu dilakukan secara baik dan teratur karena keterbatasan unsur hara tanah dalam pot.

Pupuk yang kita kenal ada dua macam, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik yang biasa disebut pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos. Kompos atau pupuk kandang diberikan pada saat pengisian tanah. Meskipun sudah dipupuk kandang, untuk memperoleh hasil maksimal kita masih perlu menambahkan pupuk buatan. Pupuk buatan yang gampang diperoleh adalah Urea, ZA, TSP, KCI, ZK, dan pupuk majemuk NPK. Namun pemberian pupuk buatan tidak boleh berlebihan loh, karena berbahaya bagi tubuh dalam jangka waktu yang lama. Sebenarnya dengan pupuk organik juga sudah cukup.

Kalau kita menanam sayuran yang diambil daunnya seperti bayam dan kangkung, maka pupuk yang diberikan cukup ZA atau Urea yang mengandung unsur N (nitrogen). Unsur N sangat penting untuk pertumbuhan daun. Sayuran yang kita ambil bunga dan buahnya selain perlu diberi pupuk yang mengandung N juga perlu pupuk yang mengandung Phospor (P) seperti TSP dan Kalium (K) seperti KCI. Bisa juga digunakan NPK yang mengandung N, P, dan K sekaligus. Pemberian pupuk pada tanaman dalam pot berbeda dengan pemberian pupuk bagi tanaman di kebun. Pupuk perlu dilarutkan dulu dalam air, baru kemudian disiramkan ke tanah dalam pot. Satu sendok makan pupuk kita larutkan dalam satu ember berisi 20 liter air. Pemupukan biasanya dilakukan seminggu sekali.

Pupuk untuk sayuran pot boleh juga berupa pupuk semport untuk daun, seperti Gandasil, Molyfert, dan Bayfolan. Petunjuk pemakaian pupuk ini biasanya sudah tercantum dalam kemasannya. Pupuk ini kita larutkan dulu dalam air, lalu kita semprotkan dengan penyemprot tangan atau semprotan pompa. Penyemprotan yang biasanya dilakukan pada sore hari atau pagi hari sebelum pukul 09.00 ini harus sampai basah dan merata pada tanaman, tetapi tidak perlu sampai basah kuyup, sebab ada tanaman yang sangat peka terhadap pupuk ini. Kelebihan dosis sedikit saja sudah bisa membuat tanaman layu atau bahkan mati. Yang paling aman adalah mengurangi dosis yang tercantum pada kemasannya, kemudian penyemprotan dilakukan lebih sering. Penyemprotan pupuk daun ini dalam keadaan normal dilakukan seminggu sekali.

Memberantas hama dan penyakit

cabe
cabe tambulampot

Perawatan tanaman untuk mencegah serangan hama dan penyakit perlu dilakukan sebaik-baiknya karena hama dan penyakit sering menggagalkan panen. Hama yang sering menyerang tanaman adalah siput, serangga, ulat daun, serta rayap. Ulat juga termasuk serangga, tetapi masih berbentu larva dan serangannya berbeda dengan serangga. Siput yang sering menyerang tanaman dalam pot adalah bekicot (Achatina fulica), siput telanjang (Vaginula bleekeri), dan siput setengah telanjang (Parmarion pupillaris).

Semua siput itu bisa berada dalam pot karena telurnya terbawa pada saat kita mengisikan tanah ke dalam pot, atau bisa juga merayap dari luar. Mereka menyerang pucuk daun yang masih lunak. Akibatnya, tanaman kehilangan sebagian daunnya yang dapat mengganggu pertumbuhan. Pemberantasan paling mudah yang bisa kita lakukan adalah mengambil satu-persatu atau bisa juga dengan menaburkan garam dapur. Kalau jumlahnya tidak terlalu banyak, tidak perlu kita berantas dengan pestisida.

Serangga yang biasa menyerang sayuran dalam pot ialah belalang (Valanga nigricornis) dan cengkerik (Teleogryllus mitratus). Belalang yang menyerang tanaman biasanya datang dari kebun terdekat atau kebun tetangga. Tanda serangannya berupa daun tanaman berlubang atau terpotong-potong. Tetapi serangan belalang pada tanaman pot biasanya kurang begitu hebat dibanding dengan tanaman di ladang, sehingga pemberantasannya cukup dengan ditangkap satu-persatu lalu diberikan pada ayam atau burung.

Jangkerik dan orong-orong biasanya bersembunyi dalam tanah. Jangkerik akan keluar pada malam hari untuk makan daun tanaman, sedangkan orong-orong selalu berada dalam tanah. Orong-orong senang sekali mengganggu akar tanaman sehingga menghambat pertumbuhannya. Mereka bisa berada dalam pot karena tanah yang kita masukkan mengandung telurnya dan kemudian menetas dalam pot. Untuk mencegahnya, tanah pengisi pot kita campur dengan obat anti serangga seperti Furadan atau lainnya.

Ulat yang biasa menyerang sayuran dalam pot bisa bermacam-macam, tergantung dari jenis yang ditanam. Tanda serangan ulat ini cukup jelas, yaitu daun berlubang-lubang atau habis sama sekali. Pemberantasannya cukup dengan mengambil ulat itu, lalu diberikan pada burung atau ayam. Dalam pemberantasan ini, telur-telur yang belum menetas harus kita ambil. Kalau seranga sudah terlanjur ada dalam pot, cara pemberantasannya adalah dengan mengangkat tanah pot itu berikut tanamannya, lalu kita cari serangga pengganggunya.

Rayap biasanya menyerang tanaman yang berkayu, seperti buah-buahan. Tanama sayuran jarang sekali diserang rayap. Kalau ada serangan cendawan (tandanya: daun berbercak-bercak cokelat atau putih), kita potong segera bagian yang terserang itu untuk dibuang sebelum cendawan itu menjalar ke bagian tanaman yang lain. Nah mudahkan? selamat mencoba ya buat para bunda dirumah, gak repot kok!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s