Sistem Irigasi Tetes, Murah dan Tepat Guna

irigasi tetes-0Musim kemarau yang berkepanjangan dan suhu yang sangat ekstrim, panas dan teriknya sinar matahari membuat tanaman baik di pot ataupun dilahan mudah cepat layu bahkan mati. Apalagi jika  kondisi tanah agak berpasir dimana tidak mampu menahan air lebih lama, selain perlunya  media tanaman yang porositas baik dalam menahan air perlu dipikirkan juga sistem pengairan yang mampu memberikan air  secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama sedikit demi sedikit, Sistem itu dikenal dengan nama irigasi tetes. Manfaat sangat berguna bagi tanaman untuk tetap segar di musim kemarau, juga supaya tidak dibully para pencinta tanaman, pecinta tanaman kok tanamanya pada layu , kering dan mati😛.

irigasi tetes-4
Komponen irigasi tetes

Irigasi tetes adalah metode irigasi yang menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor.

Irigasi tetes telah digunakan pada zaman kuno dengan mengisi pot tanah liat yang terkubur dengan air, yang pelan-pelan merambat ke rumput. Di Indonesia irigasi tetes sudah digunakan sejak ramainya sistem memperbanyak tanaman dengan pencangkokkan tanaman, yaitu menggunakan bambu yang dilubangi ujung bawahnya kemudian di sumbat dengan paku atau lidi dimana di usahkan agar air dalam bambu bisa menetes ke media tanah untuk pencangkokan tanaman.Yyang tujuanya agar media tetap lembab sehingga akar-akar bisa tumbuh.

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan petani untuk mengairi lahan pertaniannya. Salah satu teknologi irigasi pertanian yang sudah dikembangkan adalah irigasi tetes. Irigasi tetes itu sendiri adalah metode irigasi yang menghemat air dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor (Wikipedia). Irigasi tetes merupakan teknologi irigasi yang bertujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien. Teknologi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi relatif landai.

Cara kerja irigasi tetes sederhana adalah menampung air dalam wadah dengan  mengalirkannya ke tanaman menggunakan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Cara penggunaan alat ini sangatlah mudah, yaitu dengan mengisi wadah botol air mineral bekas /bambu yang telah dilubangi dibawahnya sekitar 0.1 cm dengan air dan menggantungkannya pada tiang gantungan yang telah disediakan dekat dengan tanaman. Jumlah lubang tetesan air ke tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan air. Apabila botol sudah kosong diisi kembali dengan air.

 

irigasi tetes-2
aplikasi irigasi tetes

Manfaat dengan melakukan irigasi tetes ini, adalah :

a. Menyediakan air selama musim kemarau;

b. Mengurangi penggunaan tenaga kerja bila dibandingkan dengan penyiraman individu pertanaman melalui ataupun menggunakan gayung atau selang;

c. Menyalurkan air ke tempat yang diinginkan;

d. Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, sebagai akibat dari kemampuan irigasi tetes dalam memelihara tanah agar tetap lembab pada daerah perakaran

e. Mengusahakan tanah tempat media tumbuh tanaman selalu basah terairi tetesan air dan cukup untuk mengairi tanaman.

f. keberhasilan irigasi tetes ini perlu didukung media tanaman yang porositas baik dan mampu menahan air yaitu menggunakan campuran tanah dan sabut kelapa  atau lebih dekenal sebagai cocoped

 

aplikasi irigasi tetes
aplikasi irigasi tetes

Sumber:

Wikipedia

Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian, 2011

Pedoman Teknis Direktorat Perlindungan Perkebunan, 2012

Oleh : Nanda Rahma Yuli, ST

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s