Kata siapa Cilegon Panas dan Gersang?

Pantai Cilegon
Pantai Cilegon

Kota Cilegon yang terletak di pesisir pantai utara Jawa dan pesisir selat Sunda terkenal sebagai kota yang gersang dan panas, suhu di pagi hari jam 9 saja sudah sangat panas apalagi di pukul 11.00 -15.00 sangat menyengat bahkan di sekitar pelabuhan merak pernah mencapi 41° C sudah sama dengan suhu di padang pasir. Polusi, Kemacetan, Urbanisasi, angka kriminalitas yang tinggi nampaknya kini tidak hanya dimiliki Jakarta dan kota-kota besar lainnya seperti Cilegon yang terkenal sebagai kota Industri Baja dan Industri Kimia. Apa benar Cilegon terkenal karena gersang dan panasnya?

Kota ini terkenal bukan hanya dekat dengan pelabuhannya (Merak), Anyer dan Carita ataupun lokasinya yang dekat dengan Gunung yang melegenda letusannya itu (Krakatau), melainkan karena pesatnya pertumbuhan industri pabrik-pabrik petrochemical dan baja. Industri ini tidak hanya memberikan dampak positif berupa pemasukan ekonomi yang cukup besar tetapi juga memiliki dampak negatif bagi kelangsungan kota ini. Salah satunya adalah Pencemaran Udara.

Industri di Cilegon
Industri di Cilegon

Kualitas udara di Cilegon saat ini sudah sangat mengkawatirkan. polusi udara yang berasal dari emisi gas buang kendaraan serta industri menjadi penyebab memburuknya kualitas udara cilegon. Bukan hanya karena polusi udara, kurangnya daya serap yang dilakukan hutan lindung atau hutan kota ditengarai menjadi faktor melemahnya penyerapan karbondioksida (CO2) yang berasal dari sinar matahari. Sebab, dengan adanya pepohonan yang rindang membuat CO2 terserap untuk pembakaran tumbuhan. “Dengan tidak adanya pepohonan, maka karbondioksida akan kembali lagi ke atmosfer karena tidak adanya penyerapan. Sehingga suhu udara menjadi lebih panas.

Sekarang kita lihat kondisi tanah. Tanah merupakan tempat dimana vegetasi tumbuh. Dan kita semua sepakat kalau tumbuhan memiliki daya resistensi terhadap peningkatan temperatur lingkungan. Indikasinya, kalo kita berteduh di bawah pepohonan akan lain rasanya dg berteduh di bawah bangunan krn disamping pensuplai oksigen yang membuat suasana sekitar adem, juga mampu menahan radiasi sinar matahari dan menyerap CO2. Alih fungsi tanah yang tadinya hijau menjadi lahan pertanian dan bangunan massif semakin mengurangi kemampuan daratan kita untuk menjadi katalisator suhu. Fenomena ini diperparah dengan bertambahnya jumlah industri dan kendaraan bermotor yang memproduksi CO2. Banyaknya CO2 yang terdapat di udara menyebabkan panas tidak bisa langsung diserap oleh atmosfer. Inilah yang sering dikenal dengan istilah green house effect (efek rumah kaca). Akumulasi dari kondisi ini pun akan menghasilkan gelombang panas yang cukup tinggi sehingga pepohonan pun ikutan gerah sehingga layu dan akhirnya mati.

Penambang pasir mengoperasikan eskavator di Kampung Ciwedus
Penambang pasir mengoperasikan eskavator di Kampung Ciwedus

Pembangunan fisik perkotaan yang tidak diiringi dengan penghijauan akan mengakibatkan peningkatan luasan daerah yang memancarkan gelombang panas. Emisi inframerah menyebabkan gelombang panas yang dipancarkan oleh daerah tersebut tertahan di udara. Akibatnya udara jadi terasa semakin panas. Dan semakin menjadi ketika jumlah pepohonannya berkurang.

jalur Ciwandan
jalur Ciwandan

Gejala-gejala yang ditunjukkan hampir sama dengan fenomena pemanasan global (global warming). Pemanasan global juga menunjukkan peningkatan secara gradual temperatur permukaan global akibat efek emisi gas-gas rumah kaca (terutama CO2 dan CO) dari aktivitas manusia (antropogenik). Namun, gejala tersebut hanya diketahui dari data, bukan fenomena sesaat di mana ditandai dgn peningkatan suhu global, mencairnya es di kutub, migrasi fauna tertentu ke daerah yang sebelumnya tidak ada (misalnya nyamuk), perubahan musim, kenaikan air laut, banjir rob, dan sebagainya.

Itu Dulu, sekarang sudah lain Ceritanya

pagi di waras farm
pagi di waras farm

Waras Farm, Cikerai, Cilegon berada dikawasan perbatasan Cikerai, Kecamatan Cibeber dengan Kecamatan waringin Kurung, Kabupaten Serang yang kondisi alamnya pegunungan dan didominasi oleh potensi galian pasir dan batu bata. Karenanya, meski berada di perbukitan, namun suasana panas dan gersang acap kali masih terasa. Terlebih, lingkungan masyarakatnya kurang peduli dengan lingkungans ekitar banyak tanah pekarangan di ulap menjadi galian batu bata dan pasir demi tuntukan ekonomi serta tidak jauh dari Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang kondisinya lapang tanpa banyak pepohonan rindang karena habis tergerus galian pasir dan galian batu bata. Namum itu dulu sekarang waras faram sudah menghijau dengan latar belakang pegunungan waringin kurung yang hijau dan membuat setiap orang yang datang merasa betah karena sejuk dan semilir angin pegunungan.

padas dan gersang
padas dan gersang

Waras Farm Lima 10 tahun yang juga kawasan gersang bekas galian batu bata dna ditelantarkan saj. Sejak diolah olah ir rasmidi yang merupakan alumnus Brawijaya ilmu pertanahan mulai berubah tanah padas dan gersang yang dulunya tanaman saja tidak bisa hidup sekarang rimun dan hijau dengan aneka bibit tanaman buah , tanaman pelindung dan tanaman hias, serta pepaya California dan tanaman buah Naga yang menjadi ikon utama usaha dari waras farm.

Hijaunya Waras Farm
Hijaunya Waras Farm

Suasana teduh dan hijau tampak terasa saat memasuki kawasan waras farm setelah SMA Negeri 3 Cilegon, terutama dibagian sisi kiri jalan cikerai kp perigi. Meski memang, lokasi di kanan jalan masih kurang hijau dan rimbun namun mulai besarnya pohon mahoni yag ditanam di kanan-kiri jalan sudah memberikan keteduhan. Waras Farm yang berdiri diatas lahan 1 hektar lebih itu memiliki bentuk kontur tanah yang menanjak, dan menurun disini kita juga bisa menjumpai saung-saung yang berada pada posisi yang mengundak-undak seperti tangga. Namun, situasi itu menambah keindahan tersendiri bagi siapa saja yang datang dengan rimbunya pepohonan yang berjajar disetiap kanan-kiri jalan setapak yang masih menyisakan tanah berpasir dengan latar belakang panorama pegunungan waringin kurung yang menjadi latar belakang waras farm.

view waras farm
view waras farm

Suasana asri tersebut merupakan hasil kerja keras ir Rasmidi dan segenap pekerja di Waras farm yang membudidayakan penanaman pohon secara intensif sejak 10 tahun terakhir. Dimana, sudah lebih dari 1000 pohon dengan ketinggian bervariasi memenuhi sejumlah bagian lahan yang dulunya tanah padas dan gersang, hanya ilalang yang mampu tumbuh. Pohon-pohon berbagai jenis itu dibawa dan ditanam serta dipelihara. Ir Rasmidi mengatakan, gerakan penghijauan itu mulai dilakukan sejak 7 tahun terakhir, sejak beliau pension dari perkebunan di Jawa Timur. “Hal itu dilakukan, karena sebelumnya lahan ini sangat gersang dan panas.

gerakan-penanaman-1-Milyar-Pohon
gerakan-penanaman-1-Milyar-Pohon

Waras Farm juga dipercaya menjadi konsultan serta pelaksana penghijauan bagi perusahaan di sekitar kota Cilegon, juga digandeng Dinas Pendidikan Kota Cilegon dalam menyediakan dan mendistribusikan tanaman-tanaman pelindung ataupun tanaman buah untuk penghijauan di sekolah-sekolah sekota Cilegon serta mendampingi program monitoring penghijauan agar tanaman yang didistribusikan tumbuh dan hidup sehingga bisa menghijuakan dan menyejukan kota cilegon. Mari kita Hijaukan kota Cilegon karena menghijaukan itu bukan hal yang mustahil bila ada kemaun dan aksi nyata menghijaukan bumi cilegon tercinta. Di taman Hutan Krakatau dan Krakatau Junction sudah terlihat hijau yang diperlukan adalah peran serta masyarakat untuk menjaga dan ikut menghijaukan lingkungan rumah, jalanan dengan pepohonan.

Serah terima bibit penghijauan
Serah terima bibit penghijauan
pohon-mangga-penghijauan
pohon-mangga-untuk-penghijauan

Berikut Daftar perusahaan dan instansi yang telah bekerja sama dengan Waras Farm dalam program penghijauan. Customer Reference: PT. Krakatau Steel, PT. KHI Pipe Industries, PT. Krakatau Posco, PT. Statomer, Pondok Pesantren Al Mizan Cikole, Dinas Pendidikan Cilegon, Pemerintahan Walikota Cilegon dll.

Surga Tersembunyi di Selatan Cilegon

Komunitas Sepeda menjadikan Waras Farm jalur singgah
Komunitas Sepeda menjadikan Waras Farm jalur singgah

Kini Waras Farm yang terletak di desa Cikerai, kecamatan Cibeber, Cilegon sudah menjadi destinasi wisata wajib sebagaian warga Cilegon dan Serang mereka datang ingin menikmati hijaunya dan segarnya udara disekitar waras farm juga menikmati kuliner sego pecel kembang turi atau pecel gunung. Disini pengunjung juga bisa memetik buah naga langsung dari kebun karena hampir sepanjang tahun tanaman buah naga disini berbuah, jadi jika beruntung anda datang buah naga sedang matang anda bisa mengajak anak-anak untuk memanen buah naga langsung dari pohonya. Juga aneka buah lainya seperti papaya California, Mangga, Jambu, Sawo, klengkeng dan Aneka Jeruk yang tertata rapi dalam pot-pot besar.

sunrise di Waras Farm
sunrise di Waras Farm

Di sinipun anda bisa menjumpai sunrise dipagi hari muncul dari balik gunung pinang dikejauhan, waktu yang tepat untuk menikmati sunrise adalah sekitar pukul 05.30-06.30 dengan masih adanya kabut-kabut tipis yang menyelimuti kawasan wars farm, cikerai tidak hanya sunrise saja yang bisa kita jumpai di kawasan waras farm andapun bisa menjumpai sunset di sore hari yang tenggelam di selat Sunda, sungguh anugerah Tuhan yang Maha Esa atas desa Cikerai sebagai desa wisata layaklah kita sebut “Surga Tersembunyi Di Selatan Cilegon”.

sunrise di waras farm
sunrise di waras farm

Yuk Hijaukan hutan lingkungan kita, demi anak cucu kita kelak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s