Berbagi Pengetahuan Pemanfaatan Pupuk Organik dan Mempercepat Proses Pembuahan Pada Tanaman Buah.

Menjadi pemandu Agrowisata
Menjadi pemandu Agrowisata

Penyuluhan merupakan proses pendidikan diluar sekolah yang diselenggarakan secara sistematis ditujukan pada orang dewasa (masyarakat) agar mau, mampu dan berswadaya dalam memperbaiki atau meningkatkan ilmu dan kesejahteraan keluarganya dan masyarakat luas. Dengan kata lain, penyuluhan merupakan usaha untuk mengubah pengetahuan, sikap, kebiasaan dan keterampilan dengan membantu, mempengaruhi dan memotivasi masyarakat sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya.

Pada hakekatnya penyuluhan adalah suatu kegiatan komunikasi. Proses yang dialami mereka yang disuluh sejak mengetahui, memahami, mentaati, dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan yang nyata, adalah suatu proses komunikasi.Komunikasi penyuluhan banyak digunakan oleh lembaga atau instansi baik pemerintah maupun nonpemerintah, untuk menyampaikan dan mempersuasi masyarakat menuju ke arah modernisasi dalam segala bidang atau sektor, yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi mereka secara khusus dan menekan laju pembangunan secara umumnya.

Salah satu bidang yang sering dan erat kaitannya dengan komunikasi penyuluhan adalah bidang pertanian. Perkembangan pembangunan bidang pertanian saat sepertinya stagnan pola atau teknik bertani yang dikembangkan oleh para petani masih berkutat dengan ketergantungan dengan pupuk kimia yang sangat tinggi. Perkembangan itu dapat dilihat pada misalnya masih banyak petani yang tergantung mengembangkan teknik bertani dengan menggunakan pupuk kimia, 14pestisida atau bahan kimia sejenisnya pada tanaman mereka, yang disebut dengan pertanian anorganik.Padahal harga pupuk semakin mahal dan tingkat kesuburan tanah makin berkurang dan cenderung rusak juga kerusakan lingkungan, hasil panen terus menurun dan kebalnya hama terhadap obat-obatan.

pertanian organik
pertanian organik

Prinsip dasar pertanian organik adalah sama sekali tidak menggunakan pupuk -pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan dan dapat berdampak buruk pada tanaman itu sendiri apabila nantinya dikonsumsi oleh masyarakat. Karena itu pada pertanian organik juga menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan dan juga tidak memiliki kandungan kimia yang dapat berdampak negatif pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya yang nantinya mengkonsumsi hasil pertanian tersebut.

Selama ini telah banyak inovasi –inovasi pupuk organik yang dihasilkan oleh para ilmuwan dan para pakar dalam bidang pertanian diantaranya, pada saat ini sedang menjadi perhatian banyak para petani adalah Pupuk Kandang.Pupuk Kandang merupakan salah satu bentuk pupuk organik yang terbuat daricampuran antara bahan–bahan organik dan pupuk kandang yang difermentasi atau didekomposisi oleh mikroorganisme. Banyak petani atau pekebun di pedesaan yang kurang memanfaatka sumber pupuk ini untuk tanaman di sawah atau perkebunan. Padahal nenek moyang kita dari zaman dahulu selalu menggunakan pupuk kandang dan pupuk organik lainya yang dihasilkan dari ternak yang dipelihara seperti sapi, kerbau dan kambing, dan urine dari sapi atau kerbau diolah sebagai pestisida alami, namun sejak revolusi hijau dimasa orde baru membuat banyak petani sangat ketergantungan dengan pupuk kimia.Akibat penggunaan pupuk kimia yang terus menerus membuat tanah semkain kering dengan unsur hara serta hasil panen yang terus menurun.

20131229_053421Penyuluhan pemanfaatan pupuk kandang dan sisa sampah organik yang difermentasi yang lakukan oleh pihak Waras Farm bekerja sama dengan kelompok Mahasiswa Untirta dalam KKM (Kuliah Kerja Masyarakat) kepada masyarakat yang ada di desa Suka Dalam, kecamatan Waringin Kurung, kabupaten Serang, Banten 15 Agustus 2014.

Penyuluhan pemakaian pupuk kandang dilakukan bukan tanpa pertimbangan terlebih dahulu, karena telah banyak juga ditemui kisah sukses dalam pemakaian pupuk kandang/bokashi dalam bidang pertanian, salah satunya di daerah Kupang Nusa Tenggara Timur yang telah berhasil mencegah penyakit busuk batang pada tanaman vanilisetelah menggunakan bokashi sebagai pengganti pupuk kimia yang sebelumnya dipakaidilahan pertanian mereka. Di desa suka dalam sendiri banyak kebun buah-buahan dan rempah milik masyarakat diantaranya rambuta, durian, tangkil (mayoritas punya pohon tangkil/melinjo) dan pala serta padi.

berdiskusi dengan petani
berdiskusi dengan petani

Penyuluhan yang dilakukan kepada masyarakat di desa suka dalam Kecamatan Waringin kurung dianggap tepat karena ditengah tingginya harga pupuk kimia dan langkanya kompos dipasaran, pupuk kandang dapat dijadikan sebagai suatu alternatif untuk menggantikan fungsi pupuk kimia atau pun kompos, bahkan pupuk kandang dianggap lebih unggul dibandingkan dengan pupuk kimia atau pun kompos, dan mayoritas masyarakat suka dalam juga rata-rata memiliki ternak kambing namun kotoran kambingnya tidak dimanfaatkan bahkan cenderung dibuang percuma.

berdiskusi dengan petani buah
berdiskusi dengan petani buah

Pola penyuluhan dengan diskusi dan sharing banyak didapat bahwa dimasyarakat pohon buah-buahan produksi terus menurun dan munculnya penyakit yang menyerang batang dan mereka juga kurang mendapat penyuluhan dari dinas terkait setempat, mereka rata-rata juga usia lanjut yang berkecimpung di bidang pertanian dan perkebunan sehingga akses ke informasi kurang. Dengan penyuluhan yang dilakukan oleh waras farm di sini diberikan oleh ir Rasmidi alumni Universitas Brawijaya yang berkecimpung dibidang pertanian secara organik dan semi organik serta pengalamanya selama 20 tahun dalam perkebunan, bisa memberikan sedikit ilmu yang bermanfaat bagi para petani di desa suka dalam dalam menerapkan ilmu yang didapat untuk diimplementasikan di lapangan.

 

cendera mata
cendera mata
foto bersama
foto bersama

ir Rasmidi juga mempersilahkan para petani dan Adik-adik mahasiswa yang ingin berkunjung, belajar atau melihat langsung penerapan pupuk kandang dalam tanaman buah serta pengendalian penyakit tanaman buah untuk berkunjung ke waras farm yang beliau kelola untuk belajar dan sharing langsung di lapangan. Terutama untuk mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa…jangan hanya lulus kuliah kerja jadi PNS atau pegawai swasta sampai-sampai hanya orang tua dan sepuh yang terjun ke pertanian seharusnya pemudalah yang menjadi pelaku pertanian sehingga negeri ini makmur dan sejahtera pertanianya tidak dijajah oleh produk pertanian dan buah import. Kata siapa pertanian, perkebunan dan peternakan tidak memberikan kehidupan yang layak, banyak para mahasiswa dan sarjana dibiayai oleh orang tuanya dari hasil jerih payah menggarap sektor pertanian, peternakan dan perkebunan, asal bukan jual sawah dan kebunya buat membiayai kuliah yaaa.

Mahasiswa Untirta, Banten
Mahasiswa Untirta, Banten

Terima kasih atas dukungan adik-adik Mahasiswa Untirta Serang, kepala Desa Sukadalam dan segenap masyarakat desa sukadalam yang telah hadir dan berinteraksi dalam penyuluhan “ penggunaan pupuk organik dan mempercepat proses pembuahan pada tanaman buah “, semoga ilmu yang sedikit bisa bermanfaat bagi petani dan mahasiswa yang akan terjun ke dunia pertanian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s