Bulan Juni Masuk kemarau Tapi Masih Sering Hujan.

Mainan air HujanMengapa Hujan Deras Turun di Musim Kemarau
Data BMKG, ada fenomena Madden Julian Osilation (MJO) yang mengakibatkan anomali cuaca.Bulan Juni  ini seharusnya Indonesia memasuki musim kemarau, namun yang terjadi adalah anomali, hujan deras masih mengguyur sebagian wilayah Indonesia.

maden julianMenurut Staf Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa, hujan deras yang masih berlangsung pada bulan Mei ini diakibatkan adanya fenomena Madden Julian Osilation (MJO).

MJO adalah tekanan rendah di Samudra Hindia yang menjalar sepanjang pantai timur Afrika, di sepanjang ekuator dan menuju Samudera Pasifik. Pola cuaca terkait MJO ini mengakibatkan adanya anomali curah hujan.Namun, MJO hanya akan berpengaruh terhadap peningkatan hujan di Indonesia ketika posisi matahari di sebelah selatan garis khatulistiwa.

Dengan kondisi ini, BMGK meminta kepada para nelayan yang ada di kawasan laut selatan DIY ini untuk lebih berhati-hati atau mengurungkan niatnya untuk melaut.

Selain itu para petani juga harus mengantisipasi pola tanamnya agar tidak mengalami kerugian yang banyak.

Mendung“Hujan diperkirakan berlangsung hingga akhir bulan Juni. Memasuki bulan Juni, curah hujan mulai berkurang dan ini harus diantisipasi petani. Karena jika salah dalam masa tanam, kerugian pasti akan melanda petani,” tambah dia.

Lebih lanjut Sigit menyatakan catatan di Stasiun Geofisika Yogyakarta menunjukkan, curah hujan masih dalam kategori ringan dan sedang berpotensi terjadi.

Curah hujan di Yogyakarta tercatat pada 14 Mei lalu sebesar 39 milimeter dan 16 Mei sebesar 25,8 milimeter.

”Fenomena cuaca tersebut sebenarnya periodik terjadi tiap tahunnya. Biasanya berlangsung selama 30-90 hari dan saat ini matahari masih di bagian selatan ekuator. Meskipun sudah memasuki pancaroba menuju kemarau, hujan masih akan terjadi dengan intensitas sedang,”paparnya

Sigit menambahkan, petani dihimbau memundurkan masa tanam yang seharusnya awal Mei agar bergeser pada awal bulan Juni. Terutama untuk komoditas bawang merah, kedelai yang sedang masuk masa tanam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s