Berkarya Setelah Pensiun Adalah Menjadi Petani

Menikmati masa pensiun
Menikmati masa pensiun

Pensiun-Adalah satu kata, yang – mungkin – agak jauh dari bayangan bagi Anda yang berada di awal atau pertengahan karir, atau sedang dalam puncak karir segudang jabatan bergengsi. Namun, kata itu menjadi sangat dekat, bahkan datang terlalu cepat, bagi Anda yang telah berada di akhir karir atau mendapat program pensiun dini “serasa kiamat Dunia.

Bayangan hidup tanpa kegiatan, pemasukan turun drastis, dan membosankan, menjadikan kata “pensiun” sering dihindari untuk dibicarakan. Karena tidak mudah juga mencari pekerjaan di umur yang tidak muda lagi. Padahal, tidak ada pilihan lain selain memulai sedini mungkin mempersiapkan masa pensiun, apabila kita ingin berada di masa pensiun atau masa tua yang nyaman, bahagia, dan menyenangkan. Ya, sering kita mendengar kata Entrepreneur  sekarang sedang menjadi trending  telinga kita, dan sekarang Agropreneur nah loh istilah apa lagi, agroprenuer adalah istilah wirausaha di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.

 Lalu, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk merencanakan masa pensiun?

pensiun-bukan-akhir-segalanya
pensiun-bukan-akhir-segalanya

Masa terbaik pertama adalah pada hari pertama Anda memasuki dunia kerja. Hah? Hari pertama masuk dunia kerja? Ya! Perencanaan pensiun adalah bagian dari perencanaan karir itu sendiri. Kapan akan melakukan transisi karir dari tahap memasuki dunia kerja, mendapatkan pengalaman kerja, memperluas jaringan, mengukuhkan keahlian, sampai kemudian mengundurkan diri dari aktifitas kerja, dan memilih untuk melakukan hal-hal yang lebih disukai di masa-masa karir hingga pensiun.

Oleh karena itu saya menganjurkan Anda yang saat ini baru memasuki dunia kerja, atau berada di awal-awal karir, untuk mulai memikirkan masa pensiun. Apa yang Anda inginkan: berhenti sama sekali dari dunia kerja, menjadi entrepreneur, atau mengerjakan sesuatu yang Anda senangi/hobies sekaligus karir di masa pensiun?

Satu hal yang paling banyak menghantui hampir semua orang adalah, bagaimana penghasilan pada masa pensiun. Bagi Anda yang merupakan Pegawai Negri Sipil (PNS), masih ada uang pensiun yang dapat anda andalkan. Juga bagi sebagian karyawan BUMN maupun swasta yang mempunyai program pensiun, masih bisa sedikit mengandalkan uang pensiun tersebut. Tetapi hal ini pun bergantung pada keadaan masing-masing. Bagaimana pada saat hanya menerima uang pensiun tapi anak-anak masih bersekolah atau kuliah? Atau belum mandiri? Atau belum menikah? Oleh karena itu perencanaan pensiun ini menjadi hal yang krusial apabila dikaitkan dengan perencanaan keuangan pribadi maupun keluarga secara keseluruhan.

Nah, bila kita telah sepakat bahwa mempersiapkan pensiun harus dipersiapkan sedini mungkin. Sekarang pertanyaannya, seberapa besar yang harus dipersiapkan? Satu hal penting yang harus diingat adalah adanya inflasi. Biaya hidup saat ini akan naik berkali-kali lipat dengan seiring berjalannya waktu. Dan, ini harus disikapi dengan persiapan yang baik.

cita-cita batmanSudah pasti tidak ada yang bercita-cita menjadi seorang petani bukan? namun biasa nya orang hidup di kampung keterpaksaan atau memang sudah menjadi suatu pekerjaan yang tak bisa di ubah, karena keadaan yang tak memungkinkan selain keadaan adalah kampung atau desa, yang dimana adanya cuma hutan dan pesawahan maka warga setempat akan lebih memilih untuk menjadi petani, Yupss dimana oleh orang tinggi selalu di pandang rendah , dipandang sebelah mata sebagaimana memandang rendah para buruh kasar, ke dua pekerjaan ini satu sebagai Petani yang selalu hidup di sawah dan hutan yang dimana dia selalu begulat dengan cacing tanah atau ulat belut-belut di sawah dan lumpur? namun ini adalah sudah yang menjadi sumber rizki kami sebagai seorang petani..!

Seperti yang dilakoni ir Rasmidi, dulunya beliau ini bekerja di sebuah perkebunan swasta di Jawa Timur namun nalurinya ingin mandiri dan bebas berkarya sesuai background beliau yang lulusan pertanian Universitas Brawijaya. Akhirnya beliau keluar dari perkebunan dengan pesangon yang sedikit dan ala kadarnya beliau mencoba mandiri dengan berjualan tanaman hias di rumahnya di PCI cilegon, sementara istrinya masih bekerja di PT. Krakatau Steel.

Tanah Tandus
Tanah Tandus

Kebetulan kakak iparnya memiliki tanah di daerah cikerai yang tidak diurus sekitar 5000 m akhirnya pak Rasmidi di minta untuk mengurus tanah kakak iparnya yang gersang kering kerontang di daerah Cikerai, menerima tantangan kakak iparnya saat itu masih ada kegamangan juga di dalam pak rasmidi mau dijadikan apa lahan tandus yang ditumbuhi ilalang.Dalam hati sementara dia juga baru merintis bisnis tanaman hias, akhirnya di bulatkan saja. “masa lulusan pertanian gak bisa mengubah lahan tandus menjadi produktif” awalnya lahan tandus itu beliau tanami albasia dan bambu hias yang mampu hidup di lahan tandus setiap pagi jam 6 beliau menggunakan sepeda motor naik ke gunung dari perumahan PCI untuk merawat dan menyirami albasia dan bambu hias, hal ini dilakukanya selama beberapa tahun sambil usaha tanaman hias. Dan saat itu air masih di timba dari sumur bukan seperti sekarang sudah ada pompa air dan tandon air, berjalan cukup lama hampir 5 tahun rutinitas yang dilakukanya, bahkan dianggap gila bagi sebagian warga desa cikerai.

Tambang Pasir
Tambang Pasir

Karena bagi mereka lahan tandus tinggal panggil juragan batu bata atau juragan pasir galian dengan menjualnya, si juragan batu bata dan pasir galian tinggal mendatangkan alat berat seperti beckho maka ratalah bukit di papras dan tanah serta pasirnya diambil.

Bibit Albasia
Bibit Albasia

Perlahan-lahan lahan yang tandus  mulai sedikit hijau, pak rasmidi juga mulai mendatangkan aneka bibit tanaman buah  dan tanaman pelindung, tujuanya satu di pelihara dan di rawat kemudian dipasarkan. Setelah beberapa tahun istrinya juga sudah mulai masuk masa pensiun dan berpikir setelah pensiun mau apa? Akhirnya pak rasmidi memutuskan sambil berjualan tanaman hias dilahan kakak iparnya yang sudah agak rimbun dan hijau beliau membeli bibit-bibit tanaman buah dari kecil diletakkan dilahan di rawat sampai besar dan menghasilkan, mulai dari bibit mangga, aneka jeruk dan aneka tanaman buah lainya. Awalnya keluarga-keluargadekat  main ke kebun itu melihat tanaman buah, kemudian teman-teman istri kantornya ternyata responya positif ada yang tertarik dan beli bibitnya untuk di bawa ke rumah. Terus pak rasmidi membuat saung dari kayu buat neduh atau ngumpul bagi orang-orang yang datang ke kebunya, ternyata banyak yang suka dan betah.

Kemudian pak rasmidi juga menanam pepaya california juga buah naga merah walau harus merogoh kocek dari uang pensiun istrinya untuk membuat sistem tandon air dan membuat sumur bor, maklum daerah cikerai yang gersang agak susah air apalagi kalau kemarau. Sumur bor aja kedalaman bisa  50 m. Maka dibuat sistem tandon air yang besar untuk menyimpan air sebagai pengairan pepaya dan bibit tanaman lainya, kalau buah naga tidak begitu membutuhkan banyak air.

Menjadi pemandu Agrowisata
Menjadi pemandu Agrowisata

Alhamdulillah pohon pepaya california berhasil dan memiliki rasa yang cukup manis, sehingga orang-orang yang datang suka membelinya dan sering kehabisan, maka di tambahlah jumlah pohonya hingga 1000 pohon pepaya california.Kemudian keponakanya mengusulkan untuk memperluas pemasaran perlu dibuatkan website dan juga media social sehingga tempatnya bisa dikenal lebih luas maka dipilihlah nama “ Waras Farm “ gabungan dari nama istrinya dan pak rasmidi, sejak di buat website dan media social makin banyak yang berkunjung ke waras farm mulai dari masyrakat biasa sampai kantor-kantor disekitar cilegon yang mencari tanaman buah dan tanaman pelindung untuk penghijauan. Bahkan banyak anak-anak dan sekolah sekitar cilegon, serang dan depok berkunjung untuk agrowisata belajar tentang tanaman buah dan tata cara merawatnya sehingga tanaman dalam pot bisa berbuah dan menghasilkan. Dan kita bisa lepas dari ketergantungan akan impor buah, mulai dari diri kita masing-masing untuk mengkonsumsi buah produk dalam negeri.

Komunitas Sepeda
Komunitas Sepeda
Buah Naga Mekar dan Berbuah
Buah Naga Mekar dan Berbuah

Belum lagi dengan mulai berbuahnya buan naga super reds ternyata menjadi daya tarik dan pemikat orang untuk datang dan memetik buah naga serta buah-buah lainya. Bahkan sejak aktif di internet dan media social semakin ramai saja kunjungan ke kebun pak rasmidi, akhirnya atas inisiatif istrinya mencoba membuka warung pecel  di tengah kebon yaitu warung sego pecel diatas gunung konsepnya meniru seperti yang ada di lembang bandung makan di kebun itu sedap dan asyik loh, sambil berwisata. Maka dibuatlah saung-saung dari kayu dan atap ilalang dengan konsep lesahanya.

ngariung di saung bersama veteran
ngariung di saung bersama veteran

Selain konsep kebun dan warung makan pak rasmidi juga sering mendapat order untuk penghijauan dari pabrik-pabrik disekitar cilegon dan instansi pemerintah dan pendidikan. Di masa pensiun justru suami istri ini kebanjiran rezeki dari berbisnis agrobisnis dan kuliner yang awalnya kelihatan mustahil karena lahan yang dulunya gersang dan tandus bisa menghasilkan, karena banyak di bukit bawah lahan hanya diambil tanahnya untuk bahan batu bata dan pasir galian sehingga kalau sudah habis tanahnya tinggal cadasnya saja dengan pemandangan yang gersang seperti gurun pasir. Nah masa pensiun dengan terjun ke agrobisnis ternyata menguntungkan tinggal anda jeli dan memiliki keuletan serta pantang menyerah untuk bisa sukses. Masa tua lebih produktif dengan menjadi entrepreneur di bidang agrobisnis.

Selamat menikmati masa pensiun anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s