Terkena Pikat Si Gadis Cipelat dan Rapiah

Cipelat-2Apa sih Cipelat atau Rapiah? Saya juga baru kenalan dengan dua gadis seksi ini dari golongan buah-buahan ini, setelah ketemu, baru ngeh kalau Cipelat itu mirip sama Rapiah atau kembaranya. Atau Cipelat itu Rapiah ya? Rapiah? Iya, bangsa rambutan (Nephelium lappaceum) tentu saja. Jadi ceritanya sekarang sedang musim rambutan. Setiap musim buah atau bunga, selalu perasaan saya sama, muncul kekaguman pada penciptanya, kok bisa menyetting kode genetik yang gak pernah salah waktu. Coba bayangkan, kalau sudah waktunya berbuah, maka rambutan seluruh dunia umumnya akan patuh berbuah pada waktu yang sama. Begitu juga rambutan di lingkungan tempat tinggal saya.

Duren, PedurenanJauh dari rumah  sekitar 300 meter ada tanah kosong milik mertua, di situ ada beraneka tanaman yang saya tanam, termasuk rambutan. Pohonnya sendiri tak terlalu tinggi, tujuh meter saja, buahnya kecil-kecil, bulunya jarang, belum sampai terlihat merah, biasanya sudah amblas. Nah, jenis rambutan yang bulunya jarang ini yang disebut rambutan Cipelat, dikenal rambutan klengkeng di kalangan pengemar tanaman buah. Meski masih hijau, tapi rasanya manis tak terkira.

Disamping kiri rumah, tanah kosong juga, disitu ada pohon rambutan yang sudah tinggi, sepuluh meter lebih. Yang ini biasanya baru dijarah kalau buahnya sudah ranum, memerah. Buahnya lebih besar dan rambutnya lebih lebat, nah jenis ini yang dikenal sebagai rambutan Aceh, ada istilah Betawi-nya, tapi saya lupa apa, kalau tak salah tetangga saya pernah bilang, namanya rambutan Lebak atau Binjai. Entahlah.

Yang jelas, nyaris tiga tahun tinggal disini, saya belum sekalipun ikut menyicipi hasil jarahan. Mengapa? Bisa jadi karena batang hidung saya jarang nampak, jadi nggak kebagian, atau juga sudah habis dijarah oleh anak-anak dan lain-linya. Seperti yang terjadi minggu lalu.
Pagi pagi, dua anak ini terlihat duduk manis, menikmati Cipelat. Lihat, kapan manjatnya, tahu-tahu sudah dapat satu kresek.
Sekitar jam dua siang, ketika sedang asyik tidur-tiduran, diluar terdengar hura-hara pasukan Gaduh. Terlalu hiperbola, yang benar, terdengar suara “anak monyet”, ramai, memekik-mekik.
Rambutan!

Cipelat-1

Benar saja. Anak-anak ini terpikat Cipelat. Sementara Rambutan Aceh yang ranum diabaikan. Selain anak-anak ini, dan manusia jenis lainnya, musuh utama rambutan adalah kalong, tupai, ulat pengerat batang, daun, dan buah, yang komunitasnya di lingkungan ini, banyak banget, juga penyakit, semisal bercak daun dan akar putih.
Dengan begitu banyaknya daftar “musuh” yang terpikat pada Cipelat, rasanya makin tipis harapan saya untuk ikut menikmati Cipelat depan rumah. Hmm, Kapan-kapan, kayaknya mesti kerjasama dengan anak-anak nih. Kalau harus beli di tukang buah di pingir jalan alamak mahal kali ini cipelat atau rapiah, satu ikat bisa 15-20 ribu.

JENIS TANAMAN

Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah (dari daging buah, kandungan air, bentuk, warna kulit, panjang rambut). Dari sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya:
Teknik Budidaya Rambutan Cara Menanam Rambutan                       
  1. Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi, kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang, daging buah manis dan agak kering, kenyal, ngelotok dan daging buahnya tebal, dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik.
  2. Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon, kulit buah berwarna merah kuning, halus, rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik, buah ini tahan dalam pengangkutan.
  3. Rambutan Cimacan, kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon, kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua, rambut kasar dan agak jarang, rasa manis, sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan.
  4. Rambutan Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar, dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang, rasanya manis dengan asam sedikit, hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok.
  5. Rambutan Sinyonya, jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa, dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi, warna kulit buah merah tua sampai merah anggur, dengan rambut halus dan rapat, rasa buah manis asam, banyak berair, lembek dan tidak ngelotok.

MANFAAT TANAMAN

Bibit Rambutan
Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi, zat tepung, sejenis gula yang mudah terlarut dalam air, zat protein dan asam amino, zat lemak, zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial, vitamin dan zat mineral makro, mikro yang menyehatkan keluarga, tetapi ada pula sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan, sebagai tanaman hias.

SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia yang menjadi sentra penanaman rambutan adalah di Jawa khususnya yang sangat besar produksi buah rambutan antara lain di Jakarta Selatan , Depok,Bekasi, Kuningan, Malang, Probolinggo, Lumajang dan di Garut. tapi di Jakarta Selatan, Depok dan Bekasi sudah habis karena habis untuk perumahan, begitu juga di daerah lainya. yuk kita tanam kembali buah asli Indonesia. Biar kita gak import dari Thailand atau Vietnam.

SYARAT PERTUMBUHAN

Rambutan cabe rawit-2
Iklim

  1. Dalam budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga.
  2. Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1.500-2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun
  3. Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam, intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan.
  4. Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 25°C yang diukur pada siang hari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kempes).
  5. Kelembaban udara yang dikehendaki cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman rambutan.

Rambutan cabe rawit

Media Tanam

  1. Rambutan dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta sedikit mengandung pasir, juga dapat tumbuh baik pada tanah yang banyak mengandung bahan organik ataui pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.
  2. Bagi yang tidak memiliki kebun juga bisa ditanam dalam pot atau istilahnya Tambulampot, sekarang bibit rambutan umur 2 tahun sudah bisa berbuah, lah yang masih dalam polybag saja sudah berani berbuah ” kecil-kecil cabe rawit”.
  3. Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaitu antara 6-6,7 dan kalau kurang dari 5,5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.
  4. Kandungan air dalam tanah idealnya yang diperlukan untuk penanaman pohon rambutan antara 100-150 cm dari permukaan tanah.
  5. Pada dasarnya tanaman rambutan tidak tergantung pada letak dan kondisi tanah, karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yang benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s