Tumpang Sari Calina, Buah Naga Dan Bawang Merah

Super Red Lek RasmidiAneh. Lahan pasir dan tandus bekas galian pasir atau batu bata bisa berbuah pepaya california, buah naga, bawang merah, cabai dan palawija , dll? Anda tentu tak percaya. Tapi, tidak untuk kami di Waras Farm Kampung Perigi, Desa Cikerai, Kecamatan Cibeber, Cilegon, Banten. Di tangan dingin ir rasmidi alumni Brawijaya tanah yang dulunya gersang dan bercadas menjadi hijau dan menjadi perkebunan tanaman buah dan lainya. Wilayah itu merupakan wilayah tambang galian pasir tipe –C dan galian tanah batu bata setelah diambil tanah subur dan pasirnya ditinggalakan gersang, kering kerontang. Daerah itu benar-benar menjadi ibarat neraka kecil dengan panas yang sangat menyegat, apalagi Cilegon dekat dengan iklim pantai yang panas. Lihat saja di kawasan seluas sekitar 8 hektare. Memang bukan tiba-tiba muncul buah naga, pepaya calina, bawang merah dan cabai, tetapi setelah ditanami dengan teknolgi yang sederhana ternyata lahan pasir yang dulunya gersang dan tandus bisa menghasilkan. Dan sekarang tanahnya pun berangsur-angsur kembali subur.

TambangPasirSahabat pertanian yang baik’ kali ini kami akan berbagi tentang pemanfaatan lahan miring gersang dan tandus dengan bertanam tanaman buah atau perkebunan dengan memakai konsep konservasi tanah, demi mengurangi laju erosi lahan di kemiringan atau perbukitan, dengan bertanam buah Pepaya Calina tumpang sari dengan Buah Naga dan Bawang Merah. Mungkin bagi para sahabat pertanian  ini kedengaranya agak sedikit aneh, yang biasanya tumpang sari antara buah naga dengan jagung atau kedelai, lengkeng dengan jagung atau kedelai, tapi lain dari pada yang lain, bertumpang sari pepaya calina  dengan buah naga  dan bawang merah dilahan yang miring dan berpasir, ya itulah keunikkanya dan keunggulan tanah berpasir  untuk  memanfaatkan lahan tandus juga memberikan informasi  kepada sahabat pertanian semoga bisa bermanfaat…yang punya lahan tandus jangan disia-siakan yaa…mubazir loh ntar dipatokin orang….bisa berabe.

Sahabat pertanian yang baik hati dan murah rejeki. Amien ….3X

Panen SingkongDalam skala besar, penggunaan lahan harus ‘benar’ dimanfaatkan. Itu dilakukan, agar lahan bisa berfungsi secara optimal. Seperti halnya penerapan tumpang sari, yaitu satu lahan digunakan untuk menanam beragam tanaman. Namun kolaborasi tanaman yang ditanam sebagai teknik tumpang sari tak boleh sembarangan tentunya tidak sembarang banyak hal yang harus kita perhatikan demi menjaga kelangsungan lahan  pertanian kita. Dengan menggunakan sistem pengendalian erosi, dengan menggunakan sistem teras bangku, teras bangku adalan salah satu dari banyak metode sistem pengendalian erosi di lahan miring atau yang biasa dikenal dengan terasiring.  untuk pembuatan metode teras bangku ini kapan-kapan akan ada postingan tentang teras bangku. baiklah sahabat pertanian langsung  saja ke teknis penanam Pepaya calina, buah naga dan bawang merah.

pembibitanPertama kita harus menyiapkan bibit yang berkualitas, seperti yang kebanyakan ditanam oleh pekebun di pulau jawa dan banyak diminati sekarang Pepaya Calina yang sedang menjadi primadona pasar-pasar Modern dan Tradisional, untuk bibitnya yang berkualitas belilah di pusat benih tanaman buah IPB Bogor dengan nama IPB9 atau anda bisa pilih dari pohon yang tua dan bebas penyakit dengan buah bagus, buah yang panjang dari bunga sempurna. jika penanamanya sekala besar tentunya kita juga akan sangat banyak mengeluarkan kocek untuk mendapatkan bibit yang unggul, akan tetapi ada cara lain yang mungkin bisa kita lakukan untuk mendapatkan bibit yang banyak dengan sedikit merogoh kantong, yaitu dengan cara membeli bibit ungggul beberapa batang saja tergantung populasi lahan yang akan kita tanami. lalu beli kepasar/supermarket beli pepaya califronia yang sudah masak sekitar 2 buah pilih atau lebih yang besar dan mulus , lalu sesampai dirumah undang anak tetangga sekitar 5 orang untuk gotong royong memakan buah pepaya tersebut, yang tujuanya mendapatkan biji pepaya dan selanjutnya kita  rendam dalam air selama 24 jam. Biji pepaya yang mengapung di air dibuang saja karena kurang bagus. Kemudian masukan ke dalam kain hitam tutup rapat dan bungkus plastik kresek hitam  gembungkan gantung di luar pagar yang terkena matahari langsung. setelah beberapa waktu sekitar 2 minggu bibit  yang kita bungkus buka, sudah nampak tunas-tunas kecil  semaikan dalam polibek  dan biarkan selama 1- 2 bulan.

Sambil menunggu bibit pepaya besar galilang lubang untuk penanaman ukuran 50 x 50 cm dengan kedalaman 30-50 cm, taburkan pupuk kandang bisa dari kambing atau ayam diamkan selama 1 bulan agar pupuk kandang masak dan terurai secara sempurna.

Cara Penanaman Calina
Sebagian besar petani pepaya sebelum penanaman bibit terlebih dahulu membuat lubang tanam. Jarak antara lubang satu dengan lainnya minimum 4 x 4 meter. Ukuran lubang tanam adalah 50 x 50 cm dan kedalamannya lebih kurang 50 cm. Kemudian lubang tanam tersebut diisi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 (tanah): 3 (kompos/kandang) dan dibiarkan sampai beberapa waktu hingga keadaan tanah tersebut kering dan dingin (tidak ada fermentasi pupuk kandang atau kompos) (Afandie, 1993).

Bibit pepaya yang berasal dari biji yang sudah mencapai ketinggian antara 30 sampai 50 cm dapat ditanam pada lubang tanam dengan terlebih dahulu melepas keranjangnya polibeknya. Lubang tanam yang telah disiapkan pada musim kemarau dapat langsung ditanami bibit pepaya, sebab pada umumnya tanah yang kering tiadak terlalu asam, jadi tidak butuh dolomit/kapur pertanian. Sedang lubang tanam yang dibuat pada musim hujan harus menunggu sampai tanah yang digunakan untuk menimbun lubang tersebut kering dan dingin atau taburkan dolomit. Nah karena kita akan melakukan tumpang sari dengan buah naga dan Bawang merah tentunya ini hal hal yang harus kita lakukan sebagai berikut.

Persiapan Lahan

Tanaman terong
Tanaman terong

Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapkan ke tanah sedalam 50 cm. Kalau mau murah pakai batang bambu atau batang pohon yang mati dengan diberikan palstik di ujung bawahnya agr tidak lapuk. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untuk penopang dari cabang tanaman  atau kalau mau murah datang saja ke  si ucok tukang tambal ban, belilah ban luar sepeda motor bekas yang jelek nanti di belah menjadi dua jadi bisa untuk 2 buah tanaman buah naga.
Sebulan sebeium tanam, terlebi dahulu dibuatkan lubang tanan dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga, atau karena ini tumpang sari dengan pepaya maka mabil jarak di tengah-tengah antara pepaya atau 2 meter dari pepaya terdekat, tujuanya agar pohon buah naga mendapat sinar matahari yang cukup.
Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanam dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga.Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah.

Persiapan bibit dan penanaman Buah Naga

Tumpang Sari-2
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara :

Stek dan Biji
Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang  dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Setelah bibit berumur  kurang lebih  3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.disela sela lorong tanaman pepaya tersebut, rawat dan tunggu sekitar 9-12 bulan sudah mulai berbunga dan berbuah.

Menanam Bawang Merah

Bawang
Bawang

Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman semusim yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan bawang merah semakin meningkat karena hampir semua masakan membutuhkan komoditas rempah-rempah inii. Pada periode tahun 1986-1990, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor bawang merah, tetapi kini negara kita menjadi pengimpor komoditas ini. Jumlah impornya gak tangung-taangung ribuan ton, bahkan di tahun 2013 ini harganya bisa melonjak sampai 70 ribu per kg karena kelangkaan pasokan akibat gagalnya panen petani dan permainan para importir nakal, sehingga harga  bawang dipermainkan dan membuat susah rakyat kecil dan semua golongan.

Hal ini disebabkan lahan-lahan di sentra-sentra produksi bawang merah, seperti Brebes, Tegal, Nganjuk dan Cirebon mengalami degradasi hara. Daerah-daerah lain sebenarnya berpeluang cukup besar untuk pengembangan bawang merah, misalnya di lahan kering. Selama ini bawang merah lebih banyak dibudidayakan di lahan sawah dan jarang diusahakan di lahan kering/tegalan.Secara teknis, bawang merah mampu beradaptasi baik jika ditanam di dataran rendah, baik di lahan irigasi maupun di lahan kering bahkan lahan berpasir sekalipun bisa tumbuh dengan baik. Seperti di pantai pandasimo, yogyakarta.

Dengan demikian bawang merah mempunyai prospek untuk dikembangkan di lahan kering. Berikut ini disampaikan syarat tumbuh dan teknik budidaya bawang merah di lahan kering.

A. PRA TANAM

1. Syarat Tumbuh
Bawang merah dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga sekitar 1000 m di atas permukaan laut (dpl). Namun demikian, produksi terbaik umumnya diperoleh di dataran rendah yang didukung oleh iklim yang ideal, meliputi : suhu udara berkisar 25 – 32 OC,, kondisi cuaca kering dan tempat terbuka dengan penyinaran sekitar 75%. Persyaratan tanah untuk bawang merah adalah : subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Jenis tanah yang paling baik yakitu lempung berpasir atau lempung berdebu, pH tanah 5,5 – 6,5, dan drainase serta aerasi tanah baik. Jika kondisi tanah kurang sesuai kita bisa mengkondisikanya sedemikian rupa, China yang iklimnya subtropis saja bisa menghasilkan bawang yang baik dan mampu mengekspornya ke Indonesia, sesuatu yang Aneh kan.Negara Tropis impor produk holtikultura dari negeri sub tropis.

2. Pengolahan Tanah

Lahan Tanam Bawang-1

– Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2
– Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
– Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm
– Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.

– Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit/kapur pertanian dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas  bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu. Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan.

3. Pupuk Dasar
– Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah.
– Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.

4. Pemilihan Bibit

Tumpang Sari-4
Bawang merah akan tumbuh optimal dengan tanah ber-pH 5.6 – 6.5, dan suhu 25-32 derajat C. Untuk itu, sebelum bibit ditanam sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu, bahkan kalau perlu dibuat atap dengan jarak yang cukup tinggi untuk menjaga bibit yang baru ditanam dari panas yang terlalu terik dan hujan.

– Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi.
– Umbi bibit yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya)
– Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)

– Atau anda bisa menguunakan bibit dari biji yang sudah terbukti bebas penyakit layu dan bersertifikat dari deptan. Sebagai solusi dari mahalnya bibit umbi untuk kebutuhan per hektarnya.

Bibit Bawang
Bibit Bawang

1. Jarak Tanam
– Pada Musim Kemarau, 15 x 15 cm, varietas Ilocos, Tadayung atau Bangkok
– Pada Musim Hujan 20 x 15 cm varietas Tiron

2. Cara Tanam
– Umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA + air ( dosis 1 tutup/lt air )
– Taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yg telah direndam NASA
– Simpan selama 2 hari sebelum tanam
– Pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.

Melakukan Pemupukan

Untuk media tanam pada lahan kering atau tegalan, pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar yaitu pupk kandang bisa sapi atau kambing 15-20 ton/ha atau kotoran ayam 5-6 ton/ha atau kompos 2,5 ton/ha. Pupuk buatan juga dibutuhkan TSP 150-200 kg/hektar. cara memberikan pupuk dasar adalah dengan menyebar dan mengdauk rata dengan tanah 1-3 hari sebelum tanam.

Untuk pupuk susulan berupa urea 150kg/ha, Za 300 kg/ha, dan KCL 150/ha.pemupukan susulan yang pertama dilakukan pada umur 10-15 hari setelah tanam dan pemupukan susulan kedua yaitu pada umur 1 bulan setelah tanam dengan  1/2 dosis.

Penyiraman dan Penyiangan.

Bawang merah merupakan tanaman yang memerlukan banyak air tetapi tidak tahan genangan/kondisi becek. Penyiraman sebaiknya dilakukan menggunakan gembor. Untuk tanaman berumur 0 -10 hari, penyiraman dilakukan 2 (dua) kali yakni pagi dan sore hari, sedangkan sesudah umur tersebut  penyiraman cukup dilakukan sekali sehari (sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Cara penyiraman lainnya yakni cara ”leb” (memasukkan air ke bedengan hingga merata) digunakan di lahan persawahan, untuk lahan kering tetap dengan gembor atau selang. Apabila digunakan cara ini (”leb”), sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur lebih dari 10 hari.  Pengairan secara ”leb” dapat dilakukan setiap 3 -4 hari sekali. Penyiangan pada budidaya bawang merah sebaiknya dilakukan 2 kali yakni pada saat tanaman berumur 10 -15 hari dan 28 – 35 hari (sebelum pemupukan susulan). Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma di sekitar tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit. 

Hama-hama penting pada budidaya bawang merah serta cara pengendaliannya adalah sebagai berikut.

  • Ulat daun bawang (Spodoptera exiqua). Gejala serangan : pada daun yang terserang terlihat bercak putih transparan. Hal ini karena ulat menggerek daun dan masuk ke dalamnya sehingga merusak jaringan daun sebelah dalam sehingga kadang-kadang daun terkulai. Cara pengendalian : rotasi tanaman, waktu tanam serempak, atau dengan pengendalian secara kimiawi yaitu menggunakan Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC, atau Bayrusil 35 EC.
  • Trips (Trips tabaci Lind.). Gejala serangan : terdapat bintik-bintik keputihan pada helai daun yang diserang, yang akhirnya daun menjadi kering. Serangan biasanya terjadi pada musim kemarau. Cara pengendalian : mengatur waktu tanam yang tepat, atau secara kimiawi yakni dengan penyemprotan Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC, atau Bayrusil 35 EC.
  • Ulat tanah (Agrotis epsilon). Pengendalian dilakukan secara manual yakni dengan mengumpulkan ulat ulat pada sore/senja hari di antara pertanaman serta menjaga kebersihan areal pertanaman.
  • Penyakit bercak ungu atau trotol (Alternaria porri). Gejala serangan : pada daun yang terserang (umumnya daun tua) terdapat bercak keputih-putihan dan agak mengendap, lama kelamaan berwarna ungu berbentuk oval, keabu-abuan dan bertepung hitam. Serangan umumnya terjadi pada musim hujan. Cara pengendalian : rotasi tanaman, melakukan penyemprotan setelah hujan dengan air untuk mengurangi spora yang menempel pada daun. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan fungisida, antara lain Antracol 70 WP, Ditane M-45, Deconil 75 WP, atau Difolatan 4 F.
  • Nematoda akar (Ditylenchus dispaci). Gejala seranga : tanaman kerdil dan tidk mampu membentuk umbi. Cara pengendalian : pemberian Furadan 3G sebanyak 20-80 kg per hektar.

PANEN DAN PASCA PANEN

Bawang Waras Farm-2

Panen dilakukan apabila tanaman telah berumur 65-75 hari setelah tanam. Tanaman yang telah siap dipanen memiliki ciri-ciri :

  • Tanaman telah cukup tua, dengan hampir 60-90% batang telah lemas dan daun menguning
  • Umbi lapis terlihat padat berisi dan sebagian tersembul di permukaan tanah
  • Warna kulit umbi mengkilat atau memerah
  • Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman bersama daunnya dan diusahakan agar tanah yang menempel pada umbi dibersihkan. Biarkan umbi beberapa jam pada bedengan, kemudian diikat (1-1,5 kg/ikat)
  • Umbi yang telah diikat dijemur dengan posisi daun berada di atas (selama 5-7 hari). Setelah daun kering, ikatan diperbesar dengan menyatukan 3-4 ikatan kecil menggunakan tali bambu. Selanjutnya ikatan dijemur kembali dengan posisi umbi di atas (selama 2-3 hari),
  • Bila umbi telah kering, umbi siap disimpan di gudang atau di para-para.atau dilakukan pengasapan agar tidak mudah busuk dan tahan lama.

Bibit Tuktuk-2

Informasi dan Pemesanan Bibit Bawang Merah Tuktuk

021-46321199, 08788798093, pin 766675F8 (Pak hendra)

 
Begitulah lah sahabat pertanian  yang baik hanya ini yang dapat kami  persembahkan dalam posting ini selanjutnya tergantung pada sahabat untuk lebih banyak menggali dari artikel-artikel yang banyak bertebaran di dunia maya  dan praktekan, “Ilmu tanpa Praktek Sia-sia, Praktek Tanpa Ilmu Buta”  karena itu kami sangat- sangat sadar’ bukanlah seorang ahli dalam pertanian “ di atas langit masih ada langit” tapi kami waras farm berusaha untuk ikut meramaikan dunia pertanian indonesia dengan membuat artikel-artikel tentang pertanian dan tanaman buah yang menjadi harapan akan bermanfaat untuk kita semua…kami  tahu artikel ini masih banyak yang harus diperbaiki tapi jangan kami menerima saran dan kritikan yang membangun dan jangan khawatir postingan yang akan datang masih akan menyajikan artikel yang masih berkaitan dengan pertanian, perkebunan dan tanaman buah. Ok salam pertanian berdaulat pangan Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s