Merubah lahan Cadas menjadi lahan perkebunan dan pertanian

pepaya-california-masih-kecil-2

Tanah adalah media tanam untuk pertanian dan perkebunan, namun tidak semua kondisi tanah bisa dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Tapi itu dulu, sekarang dengan perkembangan Teknologi lahan gurun pun  bisa disulap menjadi lahan pertanian. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan tanah menjadi tidak layak lagi untuk pertanian dan perkebunan.Apa yang Mengubah Tanah Menjadi Gurun?

gurun-sahara-afrikaPerusakan hutan merupakan penyebab utama meluasnya gurun/tanah cadas. Untuk memberi makan manusia yang jumlahnya semakin membengkak di bumi ini, hutan ditebang habis untuk dijadikan lahan pertanian dan padang penggembalaan. Tetapi, lambat laun tanah ini menjadi tidak subur dan akhirnya berubah menjadi gurun.

Bagaimanakah terbentuknya gurun 

1. Hutan ditebang dan dibakar.

2. Segera setelah pembakaran, tanahnya subur. Orang menggunakan tanah itu untuk bercocok tanam dan berternak.

3. Tanah yang digunakan untuk pertanian dari tahun ke tahun tanpa diberi pupuk menjadi tidak begitu subur sehingga tanaman pangan tidak dapat tumbuh di tanah itu.

4. Setelah tanahnya tidak subur lagi, orang berpindah dengan membabat hutan lain. Karena tidak ada tumbuhan yang dapat mempersatukan tanah, tempat yang ditinggalkan itu berubah menjadi gurun.Alam dengan erosi anginnya ikut menunjang penggurunan, tetapi sebab utama ialah penggunaan tanah semena-mena oleh manusia. Salah satu contohnya adalah tambang ilegal penggalian pasir dan pemnfaatan tanah untuk industri batu bata yang berlebihan.

Seorang pekerja menambang pasir dengan mengoperasikan eskavator di Kampung Ciwedus, Kecamatan Ciwandan, Cilegon, Banten, . Kegiatan tambang galian C di lokasi itu semakin marak dan tak terkendali seiring terbukanya akses jalan Lingkar  Selatan Cilegon sehingga mengisolasi tempat tinggal warga setempat dan membahayakan kelestarian lingkungan,Antara Foto
Seorang pekerja menambang pasir dengan mengoperasikan eskavator di Kampung Ciwedus, Kecamatan Ciwandan, Cilegon, Banten, . Kegiatan tambang galian C di lokasi itu semakin marak dan tak terkendali seiring terbukanya akses jalan Lingkar Selatan Cilegon sehingga mengisolasi tempat tinggal warga setempat dan membahayakan kelestarian lingkungan,Antara Foto

Ini yang seperti terjadi di daerah Cikerai, Cilegon. Kawasan ini dulu adalah hutan di tahun 60-an namun sekarang berubah fungsi menjadi lahan tandus dan menjadi Galian Pasir tipe-C, dimana bukit di papras diambil pasirnya  dan menyisakan kubangan tahah cadas berpasir, jadi gak heran selain gersang juga panas.Makanya perlu penghijauan untuk merubahnya menjadi sejuk dan asri kembali serta pengolahan tanah untuk lahan perkebunan atau pertanian.

Gurun/tanah Cadas yang diciptakan alam

Alam juga menciptakan gurun. Salah satu caranya dengan memecah batuan dan cadas menjadi butir-butir pasir. Pada siang hari, terik matahari membuat batuan agak mengembang. Pada malam hari batuan menjadi dingin dan mengerut. Batuan menjadi rapuh sehingga ketika diterpa angin, pecah berserakan.

Merubah Tanah Padas menjadi lahan Pertanian dan Perkebunan

Padi berbulir di Waras farm

Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami dapat menghasilkan panen yang tinggi sepanjang tahun. Jadi apabila tanah tersebut dapat menghasilkan panen yang tinggi tetapi hanya dapat ditanami satu kali saja selama satu tahun (misalnya karena tidak ada air) maka tidak dapat dikategorikan sebagai tanah yang subur.

Oleh karena itu definisi kesuburan tanah dibedakan lagi menjadi dua yaitu kesuburan tanah aktual, yaitu kesuburan tanah hakiki (aseli/alamiah) dan kesuburan tanah potensial, yaitu kesuburan tanah maksimum yang dapat diperoleh dengan intervensi teknologi yang mengoptimumkan semua faktor, misalnya dengan memasang instalasi pengairan untilk lahan yang tidak tersedia air secara terus menerus atau yang lainnya.

Nilai kesuburan tanah tidak dapat diukur atau diamati tetapi hanya dapat diperkirakan (ditaksir). Perkiraan nilainya dapat dilakukan berdasarkan sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang terukur, yang kemudian dihubungkan/dikaitkan dengan penampilan (performance) tanaman menurut pengalaman atau hasil penelitian sebelumnya. Kesuburan tanah juga dapat ditaksir dengan mengamati keadaan tanaman secara langsung.

Super Red Lek RasmidiDengan cara pertama hanya dapat diketahui sebab-sebab yang menentukan kesuburan tanah, sedangkan dengan cara kedua hanya dapat diketahui tanggap (reaksi) tanaman terhadap keadaan tanah yang dihadapinya.

Tanah berasal dari proses penghancuran batuan yang telah lapuk. Tanah merupakan sumber penghidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Tanah dapat diolah menjadi lahan pertanian untuk menghasilkan bahan-bahan pemenuhan kebutuhan hidup. Hasil pertanian dapat kita olah menjadi bahan makanan, pakaian dan obat-obatan.

Tanah terdiri dari beberapa lapisan. Bagian-bagian tanah pada setiap lapisan memiliki tingkat kesuburan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan karena bahan-bahan yang terkandung di dalam tanah tidak sama. Lapisan-lapisan tanah antara lain sebagai berikut:

1. Tanah lapisan atas

Tanah lapisan atas berwarna gelap kehitam-hitaman. Tanah lapisan atas bersifat gembur dan subur. Tanah ini subur karena banyak mengandung humus dan berbagai jasad hidup. Tanah ini sangat cocok untuk kehidupan tumbuh-tumbuhan.

2. Tanah lapisan bawah

Warna tanah lapisan bawah lebih muda atau terang daripada warna tanah pada lapisan atas. Tanah ini kurang subur untuk dijadikan lahan pertanian karena sedikit mengandung humus dan jasa hidup.

3. Lapisan bahan induk tanah

Bahan induk tanah berwarna kemerah-merahan. Tanah lapisan atas dan tanah lapisan bawah berasal dari bahan induk tanah. Tanah ini sering kita dapatkan pada daerah yang bergunung-gunung.

4. Lapisan batuan induk

Batuan induk sifatnya pejal dan merupakan lapisan tanah yang paling bawah. Lapisan ini didominasi oleh batuan pecah yang berukuran besar sebelum akhirnya lapuk menjadi batuan yang lebih kecil.

Tanah tidak hanya terdiri atas satu lapisan saja. Susunan lapisan tanah terdiri atas: humus, lempung, geluh pasir, dan kerikil. Tanah yang baik adalah tanah yang banyak mengandung humus dan memiliki perbandingan bagian pasir, geluh, dan lempung yang sama. Tanah yang mengandung humus pada umumnya berada di dataran rendah dengan aliran air yang cukup.

Proses penyuburan tanah sangat bergantung pada makhluk hidup yang ada di dalam tanah. Hewan yang sangat berguna untuk proses penyuburan tanah adalah cacing, mikroba, dan binatang-binatang kecil lainnya. Mereka membentuk lubang dan mengatur pertukaran air dan udara di dalam tanah.

Hewan-hewan tadi mengubah sisa-sisa daun, ranting, batang, akar, dan sisa binatang yang telah membusuk menjadi humus. Mereka bernapas dan mencari makanan kesana kemari di dalam tanah sehingga tanah menjadi gembur. Semoga informasi ini bisa berguna untuk memperluas pengetahuan Anda.

Komponen Kesuburan Tanah

susunan tanahSecara umum tanah (dengan bahan induk mineral) tersusun atas 50% bahan padatan (45% bahan mineral dan 5% bahan organik), 25% air dan 25% udara. Sedangkan pada tanah organik (misalnya gambut), bahan padatan tersebut terdiri atas 5 % bahan organik dan 45% bahan mineral). Bahan organik dalam tanah terdiri atas mikroorganisme 10 %, akar 10% dan humat 80 %, meskipun jumlahnya sedikit namun memiliki fungsi sangat penting.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secara garis besar beberapa komponen yang dapat mempengaruhi nilai kesuburan tanah adalah: sifat fisika tanah, sifat kimia tanah, sifat biologi tanah, faktor eksternal dan interaksi diantaranya.

Sifat fisika tanah ditunjukkan dengan tekstur dan struktur tanahnya. Ada tanah yang bertekstur kasar sampai halus. Semakin halus tekstur tanah semakin banyak air yang dapat diikat. Struktur tanah ada yang keras sampai remah/gembur. Tanah yang gernbur akan mengoptimalkan perkembangkan akar tanaman. Ada juga  tanah cadas atau padas yang tandus. Tetapi dengan teknologi tanah cadas atau padas bisa ditumbuhi tanaman, ingat dulu gunung kidul juga gersang dan tandus dengan bantuan teknolgi sederhana dan tepat guna menjadi ijo royo-royo seperti  hutan kalimantan.

Sifat kimia tanah ditunjukkan dengan nilai pH/keasaman dan kandungan unsur hara di dalam tanah. Nilai pH optimum (sekitar 7) akan memudahkan unsur hara tersedia bagi tanaman.

bibit cabai
bibit cabai

Sifat biologi tanah adalah keadaan mahkluk hidup baik tumbuhan maupun hewan dari yang besar sampai yang sangat kecil (mikroorganisme). Keberadaan mereka ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan. Beberapa mikroorganisme menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tanaman misal Pythium (penyebab penyakit akar) dan Fusarium penyebab penyakit layu pada sayur dan buah-buahan.

Sedangkan yang menguntungkan antara lain cacing tanah, bakteri yang dapat mengubah CO menjadi CO2 dan Actinomycetes yang dapat menghasilkan antibiotik bagi tanaman.

Faktor eksternal adalah iklim setempat yang dapat mempengaruhi sifat-sifat tanah. Intensitas sinar matahari, curah hujan, kelembaban kecepatan angin dan sebagainya dapat memberikan pengaruh yang baik rnaupun sebaliknya. Selain itu interaksi antara berbagai komponen yang telah disebutkan akan memberikan pengaruh yang spesifik terhadap kesuburan tanah.

Patut diingat bahwa setiap jenis tanaman mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda terhadap kondisi tanah, sehingga setiap interaksi berbagai komponen tersebut akan memberikan reaksi ysng berbeda pula terhadap pertumbuhan tanaman.Untuk menentukan nilai kesuburan tanah maka perlu dilakukan evaluasi kesuburan tanah. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk melakukan evaluasi adalah: analisis tanah, mengamati gejala-gejala pada pertumbuhan tanaman, analisis tanaman, percobaan di lapangan dan percobaan di rumah kaca.

Analisis tanah dilakukan untuk mengetahui pH, kandungan unsur hara, bahan organik dan sebagainya sehingga akan diketahui kandungannya untuk dibandingkan dengan kebutuhan pada masing-masing tanaman. Dengan berbagai kegiatan tersebut akan diketahui status kesuburan tanah dan selanjutnya dapat ditentukan tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanahnya misalnya dengan pemupukan atau pengairan.

Dari hasil evaluasi kesuburan tanah baru bisa ditetapkan langkah-langkah untuk mengembalikan kesuburannya, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan bahan organik, pemupukan dengan penambahan unsur hara tertentu, pengolahan lahan, pengairan dan drainase.Yang perlu menjadi perhatian adalah agar kegiatan untuk menyuburkan tanah malah mengakibatkan tanah menjadi tidak subur (miskin). Selama ini sudah terlanjur menjadi paham terutama pada petani tradisional bahwa denganmenggunakan pupuk kimia otomatis dapat meningkatkan kesuburan tanahnya.

Fungsi Tanah:

  1. Produksi biomassa : tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran, sumber hara dan zat  pendukung pertumbuhan.
  2. Penyaringan, penyangga dan pengubah antara atmosfer, air tanah dan akar tanaman
  3. Habitat biologi dan konservasi genetik
  4. Sebagai ruang infra-struktur untuk teknik, industri dan sosial ekonomi serta pembangunannnya
  5. Sebagai sumber daya energi, material dasar, pertambangan dan air
  6. Sebagai sumber keindahan dan warisan budaya

Ubah Gurun Pasir menjadi Lahan Pertanian

ali-zum-dan-prof-nabilKEDATANGAN profesor dari Arab Saudi awal 2009 menjanjikan tantangan baru bagi Ali Zum Mashar. Profesor Nabil Y Kurashi, salah satu ilmuwan penting di Arab, mewakili negaranya datang menemui Ali di Indonesia. Mereka rupanya penasaran dengan Strain (varian) mikroba temuan Ali yang bisa menyuburkan lahan marginal seperti pasir, gambut, bahkan bekas galian tambang. Di kepala mereka, tebersit harapan menghijaukan gurun pasir.

Ali lantas membawa profesor kesehatan keluarga dan masyarakat Universitas King Faisal itu ke laboratoriumnya di Cianjur dan Bogor. Utusan negara kaya minyak itu terkesan. Strain mikroba temuan doktor dari Institut Pertanian Bogor itu bisa menyuburkan pasir, tahan perubahan iklim yang ekstrem, bahkan bekerja sangat baik pada eks lahan tambang.

Penerapannya juga mudah. Bagaimanapun, di negara-negara berpadang pasir, bertani di gurun ialah obsesi. Apalagi Arab Saudi punya gengsi setidaknya mengimbangi teknologi pertanian Israel yang maju. Ali pun dipinang.

Tawaran itu mengobarkan jiwa peneliti Ali. Dalam benaknya, gurun hijau akan menjadi penyeimbang emisi yang diakibatkan bahan bakar-Arab Saudi ialah negara kaya minyak.

 Mantan pembina transmigrasi di Kalimantan Tengah itu menyanggupi. Jadilah proyek bermodal dana hibah itu berjalan dengan salah satu rencana ialah mendirikan pendidikan agrikultural. Sebagai awalan, ada lahan seluas 300 hektare di Dubai dan 30 hektare di Jeddah yang siap digarap.

 Untuk proyek itu, Ali menyiapkan satu tim ahli pertanian. Ali juga mengajak serta ahli kultur jaringan. Mikroba unggulan pun disiapkan untuk berkerja menjadikan gurun berpasir sebagai tanah pertanian. Sebetulnya, pinangan Arab Saudi bukan satu-satunya tawaran dari luar negeri. Ali semata tertarik karena tantangan menyuburkan gurun. Plus, mengirimkan ahli pertanian dan formula penting untuk menyulap gurun pasir sebagai lahan pertanian ialah langkah penting Indonesia menjadi lebih terhormat. “Bagi pemerintah, pengiriman TKI (tenaga kerja Indonesia) ke Arab ialah sumber devisa. Bagi TKI, itu sumber penderitaan. Tapi tetap dilakukan juga toh? Saya kira mengirimkan tenaga ahli ke sana kan jauh lebih terhormat,” ujar Ali, Selasa (3/2) di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta.

 Sore itu Ali tengah bertemu kolega bisnisnya. Maklum, menjadi peneliti di Indonesia harus tangkas menggerakkan roda kesejahteraan sendiri. Ali menakhodai PT Alam Lestari Maju Indonesia. Salah satu produknya ialah pupuk hayati BioP2000Z-pupuk berbahan baku ragam mikroba. Bagi petani, pupuk organik itu benar-benar menjadi solusi. Panen kedelai, misalnya, berlipat ganda setelah menggunakan pupuk buatan Ali. Lahan 1 hektare yang biasanya hanya menghasilkan 1-1,5 ton menjadi 4 ton. Padahal kedelai itu ditanam di lahan gambut yang hanya memiliki sedikit unsur hara.

Pupuk buatan Ali terbukti andal untuk ragam palawija dan sudah dipatenkan internasional-mula-mula di Swiss lalu menyusul 121 negara. Lantaran itu pula, Ali dianugerahi penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009. Ali juga didapuk menjadi Staf Ahli Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja. “Mudah-mudahan implementasi teknologi pe-nyuburan lahan di negara ini tidak kalah cepat dengan Arab Saudi,” kata suami Sonni Anna itu.

 Sekilas, ada nada miris pada pernyataannya. Kerap kali, teknologi yang tersedia tidak cepat diimplementasikan meski rakyat nyata-nyata membutuhkan. Ali menyebutkan, ekspor pengetahuan-nya ke Arab Saudi ialah bagian dari mengamalkan ilmu. “Ini kemerdekaan saya sebagai ilmuwan,” ujar ayah tiga anak itu.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa nilai kesuburan tanah merupakan interaksi dari beberapa komponen termasuk keberadaan bahan organik dan mikroorganisme yang berada di dalam tanah. Keberadaan mikroorganisme ini semakin berkurang seiring dengan peningkatan penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Padahal keberadaan mikroorganisme tersebut dibutuhkan untuk perombakan bahan organik agar tersedia untuk tanaman, menekan perkembangan mikroorganisme tanah yang dapat menimbulkan penyakit pada tanaman dan yang lainnya.

Pengembalian bahan organik sudah jarang dilakukan lagi karena dinilai tidak praktis, padahal dalam bahan organik tersebut juga tersedia unsur hara yang dibutuhkan tanaman selain juga dapat memperbaiki struktur tanah (keras menjadi lebih gembur).

pepaya california 2 bulan-2Kita tahu begitu banyaknya petani kita belum memahami bahwa idealnya tanah sebagai media tumbuh tanaman perlu keseimbangan aspek fisika, kimia, dan biologi. Bahkan, di antara kita yang sudah tahu hal tersebut tidak mau tahu.

Indikasinya, puluhan tahun lahan pertanian intensif nyaris tidak disuplai pupuk hayati sebagai salah satu aspek biologi. Bahkan hanya memaksakan diri menyuplai dengan jumlah berlebihan pupuk dan pestisida kimia sintetis.

Akibatnya, tanah kita sakit kronis komplikatif dengan indikasinya C organik hanya 1%, padahal dahulu 3%, residu logam berat hasil pertanian mendekati ambang batas, akibatnya ditolak pasar dunia. Tentu ada alasan kesehatan tapi tetap kita konsumsi dan tetap kita produksi.Kita bagai hanya menambang C organik tanah berlebihan dalam jangka panjang tanpa menyuplai bahan organik berlebihan pula. Kita bagai menikmati kekayaan mikroba/ pupuk hayati tersedia tapi tanpa membiakkan (inokulan) di lahan.

jerami sebagai bahan pupuk organikBerikut merupakan langkah-langkah menyehatkan lahan tandus atau cadas  menjadi lahan pertanian secara ramah lingkungan dan berkelanjutan:  benamkan jerami (jangan dibakar) karena memiliki kelebihan-kelebihan luar biasa, di antaranya menyediakan P dan K sangat tinggi dan media berbiaknya mikroba. Hasil penelitian Sugiyanta dan Irman (2010) menunjukkan bahwa hasil gabah basah per hektar tanaman padi yang menggunakan pupuk hayati + 0.5 dosis NPK + jerami atau pupuk kandang + pupuk hayati + 0.5 dosis NPK + jerami lebih tinggi ± 11% daripada hasil gabah tanaman padi yang menggunakan pupuk NPK kimia sintetis saja.

  1. Pupuk organik yang akan digunakan perlu diolah dengan baik. Di banyak lokasi limbah ternak unggas hanya dionggokkan di tepi jalan, merupakan pemandangan yang tidak nyaman, menimbulkan bau yang tidak sedap serta menjadi tempat lalat berkerumun. Aplikasi langsung limbah segar dari industri peternakan hanya akan membawa vektor atau pathogen ke lahan pertanian. Usaha pengomposan yang benar perlu diterapkan di wilayah tersebut.
  2. Pupuk organik yang diberikan pada lahan pasir hanya bertahan dalam waktu 10-15 tahun, hal ini disebabkan perombakan yang intensif oleh mikrobia pada suasana iklim yang lebih hangat. Kadar lempung yang secara alami memang sangat rendah menyebabkan fraksi bahan organik terbuka tidak ada yang mengikat atau melindungi, sehingga sangat mudah diserang mikroba perombak. Buku yang ditulis oleh Huang dkk. (2008) “Soil Mineral–Microbe-Organic Interactions“ menjelaskan banyak hal mengenai interaksi antara mineral, organik dan mikrobia dalam tanah. Sebagai alternatif pupuk organik matang tersebut diolah terlebih dahulu dengan bahan mineral lempung menjadi bentuk organo-mineral, baru diberikan ke lahan pertanian. Dalam formula baru ini dapat ditambahkan unsur hara mikro, mikrobia yang bermanfaat, maupun senyawa pengatur tumbuh.
  3. Fraksi lempung perlu ditingkatkan di lahan pasiran. Aplikasi lempung membutuhkan biaya dan ongkos yang tidak sedikit. Sebagai alternatif biomassa yang ada di wilayah ini dikonversi menjadi arang, dengan proses pirolisis atau pembakaran tanpa oksigen. Pembakaran konvensional yang menyisakan abu sebaiknya dihentikan diganti dengan pengarangan. Arang berfungsi sebagai bahan penjerap yang mampu menaikkan daya simpan dan lepas terhadap unsur hara dan lengas dalam tanah. Arang dapat bertahan sampai ratusan tahun karena tahan   terhadap perombakan mikrobia. Reaktor pengarangan dapat dibuat dengan memodifikasi tungku pembakaran bata atau keramik yang sudah ada. Tulisan lengkap mengenai aplikasi arang dapat dibaca pada buku yang diedit oleh Lehmann dan Joseph (2009) berjudul “Biochar for environmental management : science and technology”.
  4. Agar kebutuhan hara yang relatif besar dan singkat untuk budidaya sayur dan buah seperti bawang merah, lombok, semangka dan melon perlu aplikasi pupuk cair yang diberikan dengan penyemprotan pada daun atau dialirkan bersama air irigasi. Pembuatan pupuk organik cair dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan bak beton (eks sumur rentang) yang tidak terpakai. Kotoran sapi dan kambing berupa feses (padat) dan urine dapat digunakan sebagai bahan dasar. Pengadukan dan aerasi akan mempercepat proses pembuatan pupuk cair tersebut.

Sumber : Dari Berbagai Sumber Terkait.

2 thoughts on “Merubah lahan Cadas menjadi lahan perkebunan dan pertanian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s