Menanam pohon sebagai investasi tiket masuk surga!

Tumbuhan yang kita tanam, selalu ada manfaatnya

Menanam pohon sebagai investasi tiket masuk surga!

Bukan kalimat yang berlebihan. Dengan menanam pohon tanpa kita sadari kita pun telah menanam investasi jangka panjang untuk memperoleh tiket masuk surga. Bahkan ketika kita telah meninggal pun pahala dari menanam pohon ini (insa Allah) akan terus mengalir. Sama juga ketika kita menjadi pengusaha/Enterpreneur dan usaha kita berkembang bahkan bisa kita wariskan ke anak cucu kita, berapa banyak manfaat yang terus diberikan usaha kita ke perekonomian suatu daerah, bangsa dan negara, juga manfaat bagi karyawan kita dan keluarga kita. Bukankah itu juga investasi jangka panjang yang tidak kita sadari sebagai tiket masuk surga bila kita menjadi pengusaha yang berhasil dan mempunyai banyak karyawan.

Sebatang pohon yang ditanam dan dirawat hingga tumbuh akan memberikan manfaat yang besar. Bukan hanya untuk orang yang menanam pohon saja namun juga kepada orang-orang di sekitar pohon. Bahkan kepada berbagai makhluk dan organisme lainnya. Begitu pula menjadi Enterpreneur memulai dari kecil sampai bisa besar dan exist juga akan memberikan manfaat yang besar, bukan hanya untuk dirinya dan keluarganya, juga orang-orang disekitar nya, orang-orang yang berhubungan dengan bisnis kita seperti supplier, jasa ekspedisi, pajak, masyarakat banyak juga bangsa dan negara.

Mari kita lihat sebagian kecil manfaat dari menanam sebatang pohon= menjadi Enterpreneur di antaranya adalah:

  • Pohon menghasilkan oksigen. Rata-rata sebatang pohon mampu menghasilkan oksigen hingga 1,2 kg perhari. Bahkan sebatang Pohon Trembesi mampu menghasilkan 78 kg O2 perharinya (28,48 ton/tahun). Padahal seorang manusia rata-rata menghirup 0,5 kg O2 perharinya. Berapa banyak manusia dan hewan yang terbantu dari sebatang pohon?.
  • Akar pohon Menyerap air hujan ke tanah, mencegah air meluap menjadi banjir saat musim penghujan dan mengikat air sehingga menjadi cadangan air tanah yang dapat digunakan hingga musim kemarau. Setiap orang membutuhkan air untuk minum dan aneka kebutuhan lainnya termasuk untuk bersuci (wudlu).
  • Pohon menghasilkan buah, daun, batang, kayu, akar, dan biji yang dapat dimakan dan dimanfaatkan.
  • Pohon pun menjadi tempat tinggal dan mencari makan berbagai organisme mulai dari burung, kupu-kupu, ulat bulu, semut dll bahkan organisme-organisme yang tidak kasat mata.

Manfaat menjadi Enterpreneur yang berhasi diantaranya adalah:

  • Seorang Enterpreeur akan menggerakan roda perekonomian sutau daerah, bangsa dan negara tergantung tingkat kebesaran usahanya.
  • Seorang Enterpreneur akan menyerap potensi bahan mentah, SDA untuk diolah menjadi barang yang mempunyai nilai lebih atau bermanfaat dan dipasarkan keseluruh negeri atau mancanegara, juga menyerap tenaga kerja dari lingkunganya bahkan dari daerah lainya yang nota bene lebih rendah kesempatan kerjanya, Otomotis juga menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran.
  • Seorang Enterpreneur juga bisa mengurangi kerawanan sosial seperti kejahatan perampokan, pencurian, dll yang diakibatkan oleh tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Secara tidak langsung telah menerapkan prinsip CSR.
  • Seorang Enterpreneur menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan umat manusia.

Dari sedikit manfaat itu saja bisa kita bayangkan berapa banyak orang perharinya yang mendapatkan manfaat dari seorang Enterpreneur yang telah berhasil. Seandainya dibuat hitungan kasar; Dalam seorang Enterpreneur tersebut dimanfaatkan oleh 2 orang karyawan untuk menghidupi keluarganya masing dengan 1 istri dan 2 orang anak, berapa banyak mulut yang telah menerima rezeki lewat perantaraan Enterpreneur dan secara tidak langsung kita telah bersedekah kepada 6 orang. Padahal seorang Enterpreneur yang berhasil dan bisa membesarkan bisnisnya. Semakin banyak karyawan yang bergabung dan memperoleh manfaat bukankah pahala yang kita terima akan semakin besar dan tiket masuk surga.

Menjadi Enterpreneur investasi surga

Menjadi Enterpreneur Sebagai Shodaqoh Jariyah. Menjadi Enterpreneur dapat dianggap sebagai sedekah (shodaqoh) jariyah layaknya menyumbang pembangunan masjid, maupun mewakafkan tanah. Apalagi jika menjadi Enterpreneur tidak hanya semata-mata mencari uang dan menjadi kaya namun juga memang dimaksudkan untuk kepentingan umum seperti menciptakan lapangan pekerjaan.

Shodaqoh jariyah mempunyai arti memberikan harta benda miliknya di jalan Allah yang mempunyai manfaat hingga jangka panjang. Apa harta benda yang kita berikan saat menjadi Enterpreneur? Zakat Mal, Sedekah, Infaq, Mensejahterakan karyawan dan lain-lain. Di jalan Allah?. Enterpreneur menciptakan lapangan pekerjaan sehingga bisa membuat orang mampu mencari nafkah bagi dirinya dan keluarganya.

Padahal saya pernah mendengar sebuah hadits sahih yang berbunyi “ketika seorang anak adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yang pahala dari amal itu tetap mengalir walau dia telah meninggal dunia, yang pertama adalah shodaqoh jariah, yang kedua adalah ilmu yang bermanfaat, dan yang ketiga adalah anak yang sholih dan sholihah yang mau mendoakan kedua orang tuanya” (H.R Muslim).

Dari hadits Rasulullah tersebut mengandung arti bahwa ibadah seperti salat, puasa, haji dan lainnya akan terputus amalnya ketika orang tersebut meninggal karena begitu meninggal seseorang itu pastinya tidak akan bisa salat, puasa maupun haji. Namun ada tiga jenis ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim, yang meski pun dia sudah wafat, pahala ibadah itu tetap saja terus mengalir kepadanya. Tiga ibadah itu adalah anak sholeh yang selalu mendoakannya, ilmu yang bermanfaat, dan shodaqoh jariyah.

Seperti halnya sobat membangun masjid di mana selama masjid itu masih digunakan untuk ibadah sobat memperoleh pahala atau dengan memyumbangkan kursi roda ke rumah sakit di mana setiap orang sakit menggunakannya sobat mendapat pahala, saat sobat menjadi Enterpreneur pun sama. Setiap orang bernaung di dalam Usaha kita, menghirup rezeki yang dihasilkan bisnis kita, setiap itu pula (insa Allah) sobat memperoleh pahala yang tidak ada putusnya.

Sungguh nikmat ketika kita telah meninggal namun point-point pahala kita terus bertambah lantaran Bisnis kita terus maju dan berkembang dibawah generasi bisnis kita yang dengan ikhlas merawat hingga tumbuh terus memberikan manfaat. Sebuah investasi tanpa henti untuk memperoleh tiket surga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s