Cara menanggulangi lalat buah pada tanaman buah

Lalat Buah

Penampakan lalat buah betina (kiri) dan jantan (kanan)

Lalat Buah merupakan serangga perusak yang banyak menyerang buah-buahan dan sayuran seperti mangga, jambu biji, belimbing, melon, nangka, jambu air, tomat, Cabe dan lain-lain. Serangga ini terdapat hampir di seluruh kawasan Asia-Pasifik, dan terhitung menyerang lebih dari 26 jenis buah-buahan dan sayur-sayuran.

Penelitian menunjukkan terdapat lebih kurang 4.500 spesies lalat buah diseluruh dunia yang berasal dari famili Tephritidae yang menjadi perusak tanaman. Namun begitu, dari jumlah tersebut, terdapat 20 spesies dari gen Bactrocera adalah merupakan perusak utama pada buah-buahan dan sayuran di Asia.Lalat buah bersimbiosis mutualisme dengan bakteria kerana apa bila lalat buah meletakkan telur pada buah, biasanya akan turut disertai dengan bakteria akan memungkinkan pembentukan kulat pada bagian yang terkena serangan yang akhirnya akan meyebabkan buah menjadi busuk dan daun sayuran rusak. Sebagian buah dan daun sayuran yang terkena serangan lalat buah ini akan menjadi, berulat dan busuk.

Seekor lalat betina mampu meletakkan telur pada buah sebanyak 1-10 butir dalam sehari ia mampu meletakkan telur hingga 40 butir. Telur kemudian menetas menjadi ulat dan akan merusakkan buah dan daun pada sayuran. Sepanjang hidupnya seekor lalat betina mampu bertelur sampai 800 butir.Pengendalian Lalat Buah begitu sulit meski dengan penggunaan racun serangga kerana ciri-ciri fisikalnya yang besar. Malahan penggunaan racun insektisida untuk melindungi buah dan sayuran seringkali tidak mendatangkan hasil yang diharapkan.

Oleh karena itu, satu cara memerangi serangan lalat buah ini adalah dengan mengurangi populasinya dan menghapuskan popolusi lalat buah di kawasan kebun atau tanaman. Cara yang terbaik dan efektif adalah dengan menghapus “lalat buah jantan”. Ini akan menyebabkan persenyawaan baru tidak akan terjadi diantara lalat jantan dan lalat betina yang menghasilkan telur, seterusnya larva dan anak lalat buah.

Pengendalian

Sejauh ini, lalat buah termasuk hama yang sulit dikendalikan. Beberapa teknik pengendalian. baik secara tradisioanal maupun modern telah banyak diaplikasikan namun hasilnya belumlah optimal. Walaupun demikian, usaha-usaha pengendalian tetap harus kita upayakan sebisa mungkin agar dampak dari serangan tidak terlalu merugikan.

Beberapa cara pengendalian hama lalat buah yang bisa diupayakan di antaranya:

Hal pertama adalah melalui penetapan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, yakni peraturan karantina antar area/wilayah/negara untuk tidak memasukkan buah yang terserang dari daerah endemis. Sebagai contoh, pemerintah melarang impor buah-buahan dan sayuran dari negara di mana merupakan daerah endemis lalat buah.

Secara Kultur Teknis

  • Pemeliharaan Tanah

Memelihara tanaman dengan baik di antaranya melakukan mengolah dan merawat tanah secara berkala. Pencacahan tanah di bawah tajuk pohon dapat menyebabkan pupa lalat buah yang terdapat di dalam tanah terkena sinar matahari dan akhirnya mati.

  • Sanitasi yang Baik

Kebersihan kebun menentukan tingkat serangan lalat buah. Tujuan dari sanitasi (memberishkan) kebun adalah memutus siklus perkembangan lalat buah. Lantai kebun harus terbebas dari buah-buah yang terserang lalat buah yang jatuh atau yang masih di pohon. Buah yang berisi telur dan larva lalat buah dikumpulkan kemudian dimusnahkan dengan dibakar atau dibenamkan ke dalam tanah. Buah-buah yang gugur di bawah pohon berpeluang dijadikan tempat bertelur lalat buah.

Semak-semak dan gulma juga dapat digunakan lalat buah sebagai inang alternatif ketika tidak musim buah. Sanitasi kebun akan efektif jika dilakukan oleh seluruh petani secara serempak.

  • Pembungkusan Buah
Jambu-Chincallo

Membungkus buah untuk menghindari serangan lalat buah cukup efektif untuk melindungi komoditas buah yang lebih besar

Pembungkusan buah saat masih muda dapat membantu menangkal serangan hama lalat buah. Petani bisa menggunakan kertas, kertas karbon, plastik hitam, daun pisang, daun jati, atau kain untuk membungkus buah yang tidak terlalu besar seperti belimbing dan jambu. Untuk buah yang berukuran besar, seperti nangka, petani biasa menggunakan anyaman daun kelapa, karung plastik, atau kertas semen. Setiap jenis pembungkus tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kapan buah harus dibungkus bergantung dari jenis buahnya. Misalnya, buah belimbing harus sedini mungkin dibungkus. Buah mangga dibungkus sebelum buah memasuki stadium pemasakan. Lalat buah tertarik pada warna kuning dan aroma buah yang masak atau aroma amonia yang dikeluarkan oleh beberapa jenis bunga dan buah, jadi membungkus buah sedini mungkin bisa efektif mengurangi serangan lalat buah.

Upaya membungkus buah untuk menghindari serangan lalat buah akan semakin efektif jika dibarengi dengan pengasapan (dijelaskan di bawah).

Di antara keuntungan menggunakan pembungkus untuk menghindari serangan lalat buah adalah buah tetap mulus dan tidak terkontaminasi pestisida. Sayangnya pembungkusan buah kurang praktis jika kebun buah sangat luas dan pohon buah tinggi. Cukup praktis dan efisien jika di lokasi kebun tersedia tenaga kerja yang cukup dan murah. Metode pembukusan juga menjadi hal yang sulit diterapkan pada tanaman buah hortikultura dan sayuran seperti tomat dan cabai. Kesulitan terutama karena terlalu banyak bungkus plastik dan tenaga kerja yang diperlukan untuk membungkus. Jadi, petani mungkin harus mencari solusi lain daripada solusi pembungkusan.

Pengendalian Secara Mekanis

  • Pengasapan

Pengasapan di sekitar pohon dengan membakar serasah/jerami sampai menjadi bara yang cukup besar bisa pula mengusir lalat. Pengasapan dilakukan 3 – 4 hari sekali dimulai pada saat pembentukan buah dan diakhiri 1 –2 minggu sebelum panen

Tujuan pengasapan adalah mengusir lalat buah dari kebun. Pengasapan dilakukan dengan membakar serasah atau jerami sampai menjadi bara yang cukup besar. Kemudian bara dimatikan dan di atas bara ditaruh dahan kayu yang masih lembab. Pengasapan di sekitar pohon dapat mengusi lalat buah dan efektif selama tiga hari. Pengasapan selama 13 jam bisa membunuh lalat buah yang tidak sempat menghindar.

Namun, cara ini juga menjadi kurang efisien jika diterapkan di kebun yang luas. Cara ini hanya efisien jika diterapkan di pohon-pohon milik perseorangan yang jumlahnya terbatas atau tidak terlampau banyak. Kelemahan lain pada pengendalian pengasapan adalah sulitnya diterapkan pada komoditas sayuran.

  • Penggunaan Tanaman Perangkap

Penelitian mengenai preferensi lalat buah terhadap tanaman buah dan sayuran, ternyata yang paling disukai oleh lalat buah berturut-turut sebagai berikut: jambu air, belimbing, mangga, dan jambu biji. Tanaman yang lebih rendah dapat digunakan sebagai tanaman perangkap, misalnya bila Anda mengutamakan budidaya tanaman mangga maka disekeliling kebun mangga dapat ditanami jambu air atau belimbing.

Tanaman aromatik atau tanaman yang mampu mengeluarkan aroma, bisa juga digunakan untuk mengendalikan lalat buah. Di antaranya jenis selasih/kemangi (Ocimum) yaitu O.minimum, O.tenuiflorum, O.sanctum dan lainnya. Selain tanaman selasih ada juga tanaman kayu putih (Melaleuca bracteata) dan tanaman yang bersifat sinergis (meningkatkan efektifitas atraktan), seperti pala (Myristica fragans). Semua tanaman ini mengandung bahan aktif yang disukai lalat buah, yaitu Methyl eugenol, dengan kadar yang berbeda.

Dengan menanam salah satu tanaman tersebut disekitar lahan, maka diharapkan dapat mengurangi serangan lalat buah secara signifikan. Minyak kayu putih dan minyak selasih berpeluang menjadi atraktan karena mengandung metil eugenol yang cukup tinggi. Sesuai dengan fungsinya sebagai atraktan, minyak tersebut hanya bersifat menarik lalat buah tetapi tidak membunuhnya. Jadi tujuan sebenarnya hanya untuk mengalihkan perhatian lalat buah dari tanaman budidaya utama. Oleh karena itu, penggunaan minyak tersebut akan lebih optimal bila dilengkapi dengan alat yang dapat menjebak atau menangkap lalat buah.

Pemanfaatan Musuh Alami dan Agens Hayati

Selanjutnya kita juga bisa memanfaatkan musuh alami (natural enemy) untuk menekan populasi lalat buah, baik berupa prasitoid maupun predator. Yang termasuk parasitoid untuk lalat buah di antaranya Biosteres sp  dan  Opius sp, dari famili Braconidae. Adapun predator yang bisa memangsa lalat buah antara lain semut/lebah (hymenoptera), laba-laba (arachnida), kumbang tanah carabid dan staphylinid (coleoptera), cocopet (dermaptera), sayap jala chrysopid (ordo neuroptera) dan kepik penratomid (hemiptera).

Secara Biologi

Pengendalian lalat buah secara biologi bisa dilakukan dengan cara menghasilkan lalat buah jantan yang mandul. Teknik ini memang masih dalam penelitian oleh para ilmuwan, tetapi dianggap kurang praktis karena untuk membuat lalat jantan mandul diperlukan alat dan teknologi khusus.

Untuk menghasilkan serangga jantan mandul biasanya diperlukan sejumlah jenis lalat buah jantan yang disinari dengan sinar gamma (biasanya cobalt 60 atau phosphor 132). Secara teori, cara ini memang cukup ampuh karena populasi lalat di alam secara perlahan-lahan dapat ditekan. Dengan melepaskan lalat jantan yang sudah dibuat mandul, telur yang dihasilkan dari perkawinan dengan lalat betina menjadi steril alias tidak bisa menghasilkan keturunan. Jika sudah mencapai umur maksimal (1-2 bulan), lalat betina akan mati dengan sendirinya, begitu pula dengan lalat jantan mandul yang dilepas.

Meskipun demikian, masih perlu diperhitungkan populasi lalat jantan fertil yang berada di alam sehingga lalat jantan mandul dapat berkompetisi untuk memperoleh betina. Menurut beberapa penelitian, gerakan lalat jantan yang telah dimandulkan menjadi lebih lamban dibandingkan dengan lalat jantan yang ada di alam sehingga sering kalah bersaing dalam memperebutkan lalat betina. Sekali lalat betina dikawini oleh lalat jantan, sperma yang diperoleh akan disimpan di dalam spermateka atau kantung sperma, selanjutnya lalat betina tidak memerlukan sperma lagi. Karena itu, jika lalat jantan mandul yang dilepas berhasil mengawini lalat betina terlebih dahulu, hasil yang diharapkan akan tercapai. Namun, kenyataan yang terjadi di lapangan, lalat jantan mandul lebih banyak kalah bersaing dengan lalat jantan fertil untuk menjadi pejantan pertama yang dapat mengawini lalat betina.

Aplikasi Umpan Protein

Metode lainnya untuk mengendalikan lalat buah adalah penerapan umpan protein, yang mana dapat menarik lalat buah baik jantan maupun betina. Metode ini aman bagi manusia, namun mungkin diperlukan pengetahuan tentang bahan-bahan yang harus digunakan.

Aplikasi umpan protein dapat dilakukan dengan cara memasang tabung/botol umpan protein. 1 liter umpan protein dicampur dengan 9 liter air kemudian ditambah 100 gram sodium benzoate ditambah dengan ME atau Cue lure (bergantung jenis tanamannya) dan 16 ml fipronil atau 10 ml luvinuron. Bahan-bahan umpan protein ini bisa Anda beli di toko-toko bahan kimia atau toko obat pertanian skala menengah-besar.

Setiap 2 minggu sekali tabung diisi ulang dengan 250 ml campuran tersebut. Untuk hamparan tanaman yang luas cukup dipasang 4 buah tabung umpan protein per hektarnya.

Penggunaan Perangkap Atraktan

perangkap lalatSalah satu cara yang dianggap paling efektif, mudah dan ramah lingkungan untuk mengendalikan lalat buah adalah penggunaan perangkap atraktan (pemikat) lalat buah. Cara ini dianggap aman karena tidak meninggalkan residu pada komoditas yang ditanam. Bahan pemikat ini biasanya ditempatkan di dalam perangkap berupa botol plastik atau tabung silinder sehingga lalat buah akan masuk dan terperangkap di dalam.

Atraktan dapat digunakan untuk tiga fungsi utama, yakni:

  1. mendeteksi atau memonitor populasi lalat buah di sekitar lahan budidaya;
  2. menarik lalat buah kemudian membunuhnya dengan menggunakan perangkap;
  3. mengacaukan perilaku kawin, berkumpul, dan perilaku makan lalat buah.

Mekanisme kerja perangkap adalah memancing lalat buah masuk ke dalam perangkap dengan menggunakan methyl eugenol yang ditempatkan di dalam botol perangkap. Di dasar botol perangkap bisa diisi air sehingga sayap lalat buah akan lengket jika menyentuh air tersebut dan akhirnya lalat buah akan mati tenggelam.

perangkap lalat buah

Pemasangan perangkap petroganol lalat buah dengan menggunakan bekas botol air minum kemasan

Perangkap lalat buah itu sendiri bisa dibuat dari bahan sederhana, pada umumnya adalah bekas botol plastik minuman. Botol ini dimodifikasi sedemikian rupa dan diisi dengan zat pemikat lalat buah yaitu methyl eugenol. Zat pemikat atau atraktan ini bisa kita beli di toko-toko obat pertanian. Walaupun begitu, kita pun bisa menggunakan bahan alami lainnya yang mudah diperoleh dan murah seperti ekstrak daun selasih/kemangi dan daun melaleuca. Bisa pula berupa cue lure atau umpan protein seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Jika mau, atraktan dapat dicampur dengan insektisida dan diteteskan pada kapas, namun hal ini tidak disarankan.

Perangkap dipasang pada tiang atau ranting pohon setinggi 2-3 meter dari permukaan tanah. Untuk area lahan 1 hektar, dibutuhkan kurang lebih 16 buah perangkap. Dipasangkan terus menerus selama tanaman berbuah dan zat pemikat harus diisi ulang jika menunjukkan tidak lagi berfungsi.

About these ads

6 Comments

  1. Thanks atas artikel yang admin suguhkan, sangat bermanfaat sekali. Mari kita sama-sama hijaukan kembali bumi pertiwi kita ini dengan melalui perantara ilmu artikel yang kita postingkan.

  2. mautaya gimanaya? supaya buah bisa manis terima kasih bayak atas infoya

    • di kasih pemanis ibu…..oh tergantung bibit dan indukanya. pemupukan juga berpengaruh saat mulai berbuah perbanyak unsur Kalium agar buah manis.

  3. rayhan

    yth warasfarm terimakasih infonya sangat bermanfaat.. Pohon mangga kami di halaman tinggi 2meeter mulai berbuah.. Pupuk apa saja yg harus kami berikan spy buah mangga bagus dan manis. Apakah perlu penjarangan agar buah tumbuh maksimal..? Satu pohon sebaiknya maksimal berapa buah? Utk menghindari lalat buah rencana mau kami bungkus jg akan kami pasang perangkap lalat yg pakai sedotan yg berperekat yg dijual dipasaran..mohon infonya. Salam

    • pupuk NPK dengan kandungna P dan K tinggi agar buah tidak rontok dan unsur K agar rasanya manis.

      • rayhan

        terimakasih warasfarm.. Utk takarannya pupuk N dan K tsb satu tanaman berapa gram dan utk berapa lam. Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: